14 Sep 2017

Benarkah Jengkol Bermanfaat Bagi Kesehatan

Manfaat dan Bahaya Jengkol Bagi kesehatan

Jengkol atau jering salah satu makanan yang cukup mudah di temukan di asia tenggara khususnya indonesia, namun demikian banyak orang yang enggan mengkonsumsi jengkol atau tidak menyukainya, selain karena aroma yang tak sedap, jengkol juga dipandang sebagai makanan tak berkelas hingga banyak yang merasa malu untuk mengakui kelezatan jengkol.

Salah satu alasan jengkol tidak disukai karena bau yang di timbulkan setelah mengkonsumsinya, aroma tidak sedap tersebut berasal dari asam jengkolat (djenkolic acid) yang mengandung sulfur yang terdapat didalam jengkol, asam jengkolat ini jika dikonsumsi secara berlebihan bisa menyebabkan kencing darah, pusing dan muntah, karena itu tidak dianjurkan mengkonsumsi jengkol secara berlebihan.

Lantas, apa manfaat dan bahaya jengkol bagi kesehatan tubuh?
    Selain aroma yang menyengat, jengkol ternyata banyak mengandung zat yang bermanfaat bagi tubuh kita, didalamnya terdapat protein, karbohidrat, vitamin A,B,C, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, dan masih banyak lagi.

      Kandungan Zat Gizi Dalam Jengkol


      Zat gizi merupakan unsur yang terdapat dalam makanan yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh, jengkol termasuk makanan yang kaya akan zat gizi. Berikut beberapa kandungan zat gizi yang terdapat didalam jengkol.

      1. Karbohidrat
      Karbohidrat merupakan sumber energi utama tubuh dan juga menjadi energi cadangan pada otot dan hati. Setiap 100 gr jengkol mengandung sekitar 20 gr karbohidrat, bagi orang indonesia dewasa rata-rata memerlukan 130gr karbohidrat setiap hari sebagai pasokan energi yang cukup untuk beraktifitas.
        2. Protein
        Jengkol mengandung protein yang cukup tinggi, pada 100 gr jengkol terdapat sekitar 23 gr protein yang sangat bermanfaat bagi tubuh, seperti kita tahu, protein sebagai zat pembangun dan pendorong metabolisme tubuh. Kadar protein pada jengkol melebihi tempe yang selama ini dikenal sebagai sumber protein nabati.
          3. Zat Besi
          Zat besi salah satu zat yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, yakni membantu metabolisme protein serta berperan dalam produksi hemoglobin dan sel darah merah. kekurangan zat zat besi dalam tubuh bisa mengakibatkan tubuh menjadi lemah, lesu bahkan menyebakan penyakit anemia. Kandungan zat besi pada jengkol cukup tinggi, terdapat 4,7gr zat besi pada setiap 100gr jengkol.
            4. Kalsium dan Fosfor
            Kalsium dan fosfor merupakan mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh. Kalsium berperan dalam pembentukan tulang dan gigi yang kuat, selain itu juga berperan dalam proses metabolisme tubuh, transmisi impuls saraf, pembekuan darah dan kontraksi otot.
              Fosfor selain sabagai penunjang kesehatan tulang dan gigi, juga berfungsi membantu proses pencernaan didalam tubuh. Didalam jengkol terdapat kandungan kalsium dan fosfor yang cukup tinggi, pada setiap 100 gr jengkol terdapat 140mg kalsium dan 166mg fosfor.
                5. Vitamin
                Jengkol juga kaya akan vitamin, pada setiap 100gr jengkol mengandung masing-masing 240UI vitamin A, 0,7mg vitamin B dan 80mg vitamin C. Vitamin berperan sangat vital pada proses metabolisme tubuh.

                Manfaat dan Bahaya Jengkol Bagi Kesehatan


                Manfaat jengkol bagi kesehatan.
                Kandungan zat gizi yang tinggi di dalam jengkol tentu membuat kita ingin mengkonsumsi jengkol, asal diolah dengan benar dan di konsumsi tidak berlebihan, rasanya jengkol layak untuk dicoba. Berikut beberapa manfaat jengkol bagi kesehatan
                  1. Pembentuk Jaringan Tubuh
                  2. Mencegah Penyakit Anemia
                  3. Memperkuat Gigi dan Tulang
                  4. Mencegah Diabetes
                  5. Membasmi Radikal Bebas

                  Bahaya jengkol bagi kesehatan.
                  Selain bermanfaat bagi kesehatan tubuh, jengkol juga bisa membahayakan kesehatan jika di konsumsi secara berlebihan.
                  Berikut sejumlah bahaya yang bisa ditimbulkan mengkonsumsi jengkol

                  1. Bau Mulut Tidak Sedap
                  Setelah mengkonsumsi jengkol, hal yang pertama kali di timbulkan adalah aroma nafas menjadi tidak sedap dan sangat sulit di hilangkan, bau tak sedap ini berasal dari asam jengkolat yang mengandung sulfur yang terdapat di dalam jengkol. Selain bau mulut yang tak sedap juga menimbulkan bau urine menyengat, tentu hal ini sangat menggangu kesehatan.
                    2. Penyakit "Jengkolan"
                    Asam jengkolat (djenkolic acid) yang terdapat pada jengkol bisa mengakibatkan penyakit jengkolan jika terakumulasi terlalu banyak didalam tubuh, jengkolan bisa di sebabkan karena daya tahan tubuh yang lemah, konsumsi jengkol terlalu banyak ataupun usia biji jengkol itu sendiri.
                      Jengkolan terjadi karena asam jengkolat tidak bisa dilarutkan oleh ginjal, akibatnya akan terbentuk kristal padat yang bisa menyumbat saluran air kemih, gejala awal jengkolan biasanya rasa nyeri di bagian pinggang, selanjutnya penderita akan kesulitan disertai rasa sakit saat buang air kecil, pada kondisi yang lebih serius bisa terjadi gagal ginjal yang ditandai tidak keluarnya air kemih.

                      Setelah mengetahui manfaat kandungan nutrisi dan bahaya jengkol, alangkah baiknya mengkonsumsi jengkol sewajarnya saja, selain itu perhatikan daya tahan tubuh kita sebelum memutuskan mengkonsumsi jengkol.

                      Baca Juga :

                      kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
                      Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

                      Follow sosial media kabarklinik berikut


                      EmoticonEmoticon