19 Sep 2017

Mengenal Penyakit Lupus yang Tidak Bisa Disembuhkan

Mengenal Apa Itu Penyakit Lupus dan Benarkah Tidak Bisa Disembuhkan

Penyakit lupus menjadi salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyerang siapa saja, pada beberapa tahun terakhir sederat selebriti dunia harus menahan sakit karena serangan penyakit lupus, Selena Gomez salah satu selebriti yang tekena lupus harus rela menjalani transplantasi ginjal akibat dari penyakitnya tersebut.

Apa itu penyakit lupus hingga menjadi momok mengerikan bagi penderitannya, benarkah penyakit lupus tidak bisa disembuhkan?.

Penyakit lupus atau Systemic Lupus Erytematosus (SLE) termasuk penyakit yang sangat sulit dideteksi, minimnya pengetahuan  tentang penyakit lupus membuat banyak orang baru menyadari terkena penyakit lupus setelah beberapa fungsi organ tubuh terganggu. Jumlah penderita lupus di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 orang, sedangkan di seluruh dunia lebih dari lima juta orang terdiagnosis terkena SLE.

Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun, yakni terjadi kerusakan pada imunitas tubuh, sistem imunitas atau kekebalan tubuh yang seharusnya menjaga tubuh dari serangan penyakit justru menyerang sel-sel sehat, jaringan dan organ tubuh itu sendiri, seperti sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung dan paru-paru.

Gejala Umum Penyakit Lupus SLE


Selain lupus ada banyak jenis penyakit autoimun yang memiliki gejala hampir sama, sehingga cukup sulit untuk mendeteksi gejala seseorang terkena penyakit lupus, namun ada beberapa gejala lupus yang paling umum diketahui.
    1. Ruam wajah 
    Ruam wajah biasa disebut butterfly rash atau malar rash, yakni adanya bercak atau bintik merah disekitar wajah bagian hidung yang menyerupai sayap kupu-kupu, umumnya tidak terasa gatal maupun perih, namun jika terkena paparan sinar matahari langsung akan menimbulkan reaksi inflamasi sehingga bercak merah akan semakin memburuk.
      2. Pembengkakkan dan nyeri sendi
      Penderita lupus juga biasanya ditandai dengan sendi yang membengkak, nyeri dan terasa kaku, umumnya rasa nyeri pada lupus terjadi konstan sepanjang hari.
        3. Fatigue (Kelelahan)
        Salah satu gejala lupus yaitu terjadi fatigue atau kelelahan yang terus menerus, fatigue berbeda dengan kelelahan pada umumnya, rasa lelah dan letih ini tidak bisa dihilangkan dengan istirahat.
          Lupus atau SLE merupakan penyakityang sangat serius, jika diketahui ada gejala pada tubuh, segeralah konsultasikan kedokter.

          Penyebab Penyakit Lupus SLE


          Para pakar sepakat jika penyebab terjadinya penyakit ini belum diketahui secara pasti, namun demikian ada beberapa faktor resiko yang menyebabkan sesorang bisa terkena penyakit lupus,.
            1. Genetika
            Faktor genetik atau keturunan menjadi salah satu penyebab seseorang terkena lupus, hubungan tingkat pertama pada gentika seperti ayah, ibu atau saudara kandung memiliki resiko terkena pnyakit lupus, saudara kembar juga memiliki resiko cukup besar jika salah satunya terkena lupus.
              Faktor genetika memang berperan pada penyakit ini, namun prosentasenya cukup kecil, Prof. dr. Zubairi Djoerban. SpPD, KHOM salah satu dokter pemerhati lupus mengatakan dari semua kasus lupus hanya 5-6% yang disebabkan faktor genetik. 
                2. Lingkungan
                Faktor lingkungan menjadi penyebab hampir semua penyakit, termasuk penyakit lupus, seseorang dengan gaya hidup yang kurang sehat memiliki resiko lebih besar terkena lupus, faktor lingkungan tersebut salah satunya obat-obatan, ada beberapa obat yang bisa menimbulkan lupus seperti procainamide, hydralazine dan beberapa obat lainnya, lupus akan hilang jika penggunaan obat-obatan tersebut dihentikan.
                  Selain obat-obatan, paparan sinar UV, infeksi dan paparan debu silika juga menjadi pemicu penyakit lupus
                    3. Perubahan hormon
                    Perubahan hormon pada wanita merupakan salah satu pemicu terkena lupus, biasanya terjadi tahap menstruasi dan kehamilan dimana hormon esterogen diduga menjadi pemicu timbulnya penyakit lupus, sebuah penelitian diketahui wanita memiliki resiko terkena lupus 6-10 kali lebih besar dari pria.

                    Cara Mengobati Penyakit Lupus


                    Sejauh ini lupus belum bisa disembuhkan, namun biasanya cara mengobati penyakit lupus dengan memberikan obat anti inflamasi untuk mengurangi nyeri, pengobatan ini hanya untuk mengurangi tingkat gejala dan mencegah kerusakan organ yang lebih serius akibat lupus.
                      Kemotrapi juga bisa dilakukan pada penderita lupus, pengobatan kemotrapi untuk lupus tidak sebanyak pada penyakit kangker, kemotrapi bekerja menghambat pembelahan sel-sel antibodi yang menyerang organ tubuh agar lupus tidak bertambah parah.

                      Baca Juga :

                      kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
                      Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

                      Follow sosial media kabarklinik berikut


                      EmoticonEmoticon