21 Sep 2017

Mengenal PMS Sindrom Wanita Menjelang Menstruasi

Mengenal Apa Itu PMS Sindrom Wanita Menjelang Menstruasi dan Penyebabnya

Setiap sebulan sekali hampir semua wanita mengalami menstruasi atau biasa disebut haid, sebelum masa menstruasi beberapa wanita seringkali mengalami Premenstrual Syndrome atau biasa disebut PMS. Namun masih banyak yang menganggap menstruasi dan PMS sama, padahal keduanya memiliki arti yang berbeda, sehingga seringkali wanita menjadikan alasan PMS ketika gampang marah saat mengalami menstruasi.

Sebenarnya apa itu PMS (pra menstruasi) dan Apa penyebab PMS hingga banyak wanita mengeluh ketika menjelang masa menstruasi tiba.

PMS (Premenstrual Syndrome) merupakan sindrom atau gejala yang dirasakan seorang wanita pada dua minggu atau seminggu sebelum masa menstruasi dan biasanya berakhir setelah beberapa hari proses menstruasi. Sindrom ini 85% terjadi pada wanita usia produktif atau sekitar usia 21 sampai 35 tahun.

Gejala yang Terjadi Saat Pramenstruasi (PMS)


Gejala pramenstruasi atau PMS bisa terjadi pada fisik maupun psikis dan setiap wanita memiliki gejala yang berbeda, ada yang ringan tetapi banyak juga yang luar biasa berat bahkan sampai mengganggu aktivitas, hal ini karena adanya setiap wanita memiliki perbedaan besar kecilnya perubahan hormon saat memasuki masa luteal.

Ada banyak sekali gejala pramenstruasi (PMS) yang dialami wanita menjelang menstruasi, tetapi secara umum adalah sebagai berikut:

Gejala fisik pramenstruasi yang biasa terjadi
  • Nyeri pada sendi, otot dan pinggul
  • Payudara membengkak dan terasa nyeri
  • Perut terasa kembung
  • Sakit kepala
  • Lelah atau letih
  • Tumbuh jerawat
  • Berat badan naik

Gejala psikis pramenstruasi yang umum terjadi 
  • Sensitif dan mudah marah
  • Depresi
  • Nafsu makan berubah
  • Mood mudah berubah
  • Sulit konsentrasi
  • Pelupa
  • Cemas dan gangguan tidur

Penyebab Terjadinya Gejala Pramenstruasi atau PMS

Gejala pramentruasi umumnya akan lebih mudah menyerang wanita yang sangat peka terhadap perubahan horon dalam siklus haid.

Secara teori, gejala pramenstruasi disebabkan karena beberapa faktor,

1.  Perubahan hormon estrogen dan progesteron yang tidak seimbang.
Pada saat menjelang menstruasi terjadi ketidakstabilan hormon kewanitaan, hal ini memicu beberapa gejala PMS seperti kenaikan berat badan, pembengkakkan payudara, nyeri pada persendian dan beberapa gejala lainnya.

2. Penurunan Kadar Hormon Serotonin.
ketidakstabilan hormon estrogen dan progesteron mempengaruhi produksi hormon serotin pada otak, sehingga kadar hormon serotin menurun, proses inilah yang menyebabkan wanita mudah marah, depresi, sulit konsentrasi dan beberapa gejala psikis pramenstruasi lainnya.

Selain secara teori, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan terjadinya sindrom pramenstruasi (PMS).

1. Kurangnya zat gizi dalam tubuh, seperti vitamin C, vitamin B6, vitamin E, magnesium, zat besi, mangan, seng dan asam linoleat.
2. Pola hidup yang tidak sehat, seperti merokok, mengkonsumsi alkohol
3. Pola makan yang buruk, seperti makanan berminyak, makanan tinggi gula, minuman berkafein dan bersoda.
4. Kurangnya aktivitas fisik dan olahraga.

PMS (Premenstrual Syndrome) merupakan gejala normal pada setiap wanita menjelang haid, tetapi jika gejala PMS terasa sangat hebat seperti sakit perut yang sangat menyiksa bahkan sampai pingsan, bisa jadi itu adalah gejala penyakit endometriosis, segeralah konsultasikan pada dokter kandungan.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon