17 Sep 2017

Bahaya Obat PCC Karisoprodol dan Izin Edarnya di Luar Negeri

Bahaya Konsumsi Obat PCC Karisoprodol dan Regulasi Peredarannya di Luar Negeri

Karisoprodol (carisoprodol) salah satu kandungan di dalam obat PCC yang sempat menyebabkan seorang pemuda tewas di Kendari beberapa waktu lalu, ternyata sudah lama disalahgunakan oleh sebagian masyarakat indonesia. Karisoprodol biasa digunakan oleh beberapa remaja untuk menambah rasa percaya diri dan mendapatkan efek sedatif, para pekerja keras seperti buruh tambang dan nelayan menjadikan obat ini untuk penambah stamina, hingga dijadikan obat kuat oleh kalangan para pekerja sek komersil.

Karisoprodol memiliki karakteristik sebagai berikut,
  1. Struktur kimianya merupakan modifika meprobamat (golongan Benodiazepin) yang akan di ubah menjadi meprobamat di dalam tubuh.
  2. Kelas terapi sebagai relaksan otot yang bekerja pada susunan syaraf pusat.
  3. Memiliki efek samping yang lebih berat dari golongan obat benodiazepin lainnya.
  4. Meprobamat sebagai antiansietas, tidak direkomendasikan karena efek terapi tidak sebaik golongannya dan menimbulakan efek ketergantungan.
  5. Pola indikasi Simtomatik hanya mengurangi gejalanya saja
  6. Efek farmakologis sebagai relaksan otot hanya berlangsung singkat dan menimbulkan efek sedatif.
Baca Juga: Mengenal Obat PCC yang Efeknya Mirip Flakka

Aturan Peredaran Karisoprodol di Indonesia dan Luar Negeri


Obat yang mengandung carisoprodol digolongkan sebagai obat keras sejak tahun 1973 melalui keputusan menteri kesehatan N0.6171/A/SK/73 tentang tambahan obat keras nomor 1 dan 2, kemudian pada perkembangannya carisoprodol terindikasi lebih banyak disalahgunakan, sehingga izin edarnya dicabut melalui Keputusan Kepala BPOM No.HK.04.1.35.06.13.3535 tentang Pembatalan Izin Edar Karisoprodol Tunggal.

Untuk memperketat aturan peredaran obat-obat yang sering di salahgunakan, pada Tahun 2016 pemerintah menegluarkan Permenkes No.73 2016 tentang standar kefarmasian di apotik dan peraturan kepala BPOM No.7 2016 tentang pengelolaan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan.

Selain obat PCC atau Somadril produksi Actavis, juga ada beberapa obat yang dicabut izin edarnya oleh BPOM diantaranya, New Skelan (Medifarma), Carsipain (Mecosin), Carminofein (Himajaya), Etacarphen (Errita Pharma), Cazerol (Ifars Pharmacetical), Bimarchaphen (Bima Mitra Farma), Karnomed (Promedrahardjo).

Tidak hanya di indonesia, carisoprodol juga kerap di salahgunakan penggunaannya di berbagai negara, sehingga beberapa negara juga mengatur peredaran obat tersebut dengan ketat.
Berikut peraturan peredaran karisoprodol di sejumlah negara,
  1. Amerika Serikat,  Sejak 2012 karisoprodol masuk dalam Schedule IV of Controlled Substances Act, yakni bahan-bahan obat yang diawasi peredarannya.
  2. Swedia, karisoprodol dengan merk dagang somadril telah di tarik peredarannya sejak november 2007
  3. Norwegia, Sejak mei 2008 karisoprodol telah dilarang peredarannya
  4. Uni Eropa, Sejak november 2007 EMEA ((European Medicines Agency) mengeluarkan rekomendasi untuk menangguhkan peredaran karisoprodol, karena karisoprodol memiliki potensi penyalahgunaan dan ketergantungan yang tinggi.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon