11 Sep 2017

Amankah Memelihara Hewan Saat Ibu Hamil

Cara Aman Memelihara hewan Saat Hamil

Ibu hamil sangat memerlukan perawatan ekstra untuk menjaga janin tetap sehat sampai masa kelahiran tiba, selain menjaga asupan makanan sehat juga harus membatasi diri kontak langsung dengan hewan peliharaan yang ada di rumah. Hewan peliharaan seringkali membawa parasit yang bisa saja masuk ke dalam tubuh ibu hamil sehingga berdampak pada kesehatan ibu dan janin.

Tidak semua hewan peliharaan berbahaya bagi ibu hamil, tapi akan lebih baik jika menghindari hewan peliharaan terutama pada trimester pertama kehamilan yakni awal kandungan sampai 12 bulan, karena pada saat itu adalah masa yang sangat rawan bagi ibu hamil untuk tertular bakteri atau parasit dari hewan peliharaan. Selain pada trimester pertama, ibu hamil sebaiknya tetap menjaga jarak dengan hewan peliharaan untuk menjaga kesehatan janin.

Hewan Peliharaan yang Perlu Dihindari Saat Hamil


Beberapa hewan yang berpotensi membawa penyakit bagi ibu hamil yaitu kucing, hamster, anjing dan unggas. Setiap hewan membawa penyakit yang berbeda yang tentu saja semuanya sangat berbahaya.
    Berikut beberapa hewan yang perlu dihindari ibu hamil, penyakit yang dibawa dan cara pencegahannya.

    1. Kucing
    Kucing adalah hewan yang paling umum dipelihara dan sering terjadi kontak langsung dengan pemiliknya termasuk para ibu, namun selain lucu dan menggemaskan, kucing juga pembawa parasit yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.
      Parasit yang dibawa kucing ialah toksoplasma, biasanya parasit toksoplasma menyebar melalui makanan mentah dan kotoran kucing, toksoplasma ini dapat menyerang janin dan berdampak pada kelahiran prematur, cacat sistem syaraf pusat, kerusakan pada mata dan otak bayi hingga keguguran atau kematian pada bayi.
        Pengobatan ibu hamil yang sudah terinfeksi tokso biasanya dengan pemberian spiramycin yakni obat anti biotik mikrolid berbentuk kapsul atau tablet, spiramycin akan menghambat sintesa protein tokso, ibu hamil yang sudah menjalani pengobatan selama kehamilan masih memiliki resiko kerusakan janin.

        2. Anjing
        Anjing sebenarnya tidak terlalu berbahaya bagi ibu hamil maupun janin, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,seperti bakteri yang menempel pada bulu-bulu anjing sangat berpotensi menimbulkan rasa gatal atau alergi dikulit, selain itu anjing merupakan hewan yang sangat agresif, hewan ini bisa saja menerjang ibu hamil ketika mengekpresikan rasa sayang kepada pemiliknya,
          Cobalah sang ayah untuk lebih merawat kebersihan dan kesehatan anjing dan melatih anjing untuk bisa lebih tenang dan tidak terlalu agresif, agar lebih aman sebaiknya hindari terlalu dekat dengan anjing

          3. Unggas
          Hewan ini umumnya di pelihara di luar rumah dan biasanya di daerah pedesaan, meskipun di perkotaan juga banyak yang memelihara unggas seperti memelihara burung. Ayam dan burung masuk dalam kategori unggas, hewan ini berpotensi menimbulkan penyakit flu burung pada ibu hamil.
            Jika ibu hamil sudah terlanjur terinfeksi virus flu burung, segeralah melakukan pengobatan, karena virus ini sangat berpotensi membahayakan nyawa penderitanya.
              Untuk mencegah terjangkit virus flu burung selama kehamilan, sebaiknya hindari unggas, jangan menyentuh secara langsung unggas yang sudah mati, bersihkan kandang unggassecara rutin, dan jika terpaksa memasak ayam sebaiknya memakai sarung tangan dan masak dengan api minimal 70C.

              4. Hamster
              Cukup banyak orang yang menjadikan hamster sebagi hewan peliharaan, hewan ini sangat beresiko menimbulkan penyakit koriomeningistik limfositik yang disebabkan oleh virus choriomeningitis limfositik (LCMV), penyakit ini menyerang selaput otak, ibu hamil yang terinfeksi virus ini sangat mungkin menularkan ke janin yang dikandungnya, karena virus ini mampu menembus plasenta dalam rahim, dampaknya janin cacat lahir bahkan kematian.
                Hindari memelihara hamster pada saat ibu hamil, jika terpaksa ada yang memelihara hamster sebaiknya taruh hamster yang jauh dari lingkungan ibu hamil, karena virus ini menular melalui urine, air liur dan kotoran.

                Baca Juga :

                kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
                Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

                Follow sosial media kabarklinik berikut


                EmoticonEmoticon