4 Sep 2017

Anak Laki-laki Kemayu, Jangan Panik

Kehadiran buah hati dalam sebuah keluarga tentu menjadi kesenangan tersendiri, apalagi jika buah hati lahir sesuai dengan apa yang kita harapkan, misalkan selama masa kehamilan orang tua mengharapkan anak laki-laki. Namun apa yang terjadi jika anak laki-laki yang kita harapkan berperilaku kemayu layaknya anak perempuan?, sebagai orang tua tentu tidak senang. Tapi jangan panik dulu, karena cara mengatasi anak laki-laki seperti perempuan sangatlah mudah.

Cara Mudah Mengatasi Perilaku Anak Laki-laki Seperti Perempuan

Ada beberapa faktor penyebab anak laki-laki berperilaku seperti perempuan, konseling anak Ellen Patricia, MA, CLC. menuturkan bahwa lingkungan adalah pembentuk sifat feminim atau maskulin pada anak. Yang lain menyebutkan jika faktor genetika juga berpengaruh pada perkembangan perilaku anak, meskipun klaim tersebut sampai saat ini masih belum diterima secara keseluruhan.

Mengatasi Perilaku Feminim Pada Anak Laki-laki

Perilaku anak laki-laki seperti perempuan sebenarnya bisa diatasi, akan lebih mudah jika orang tua memperhatikan pola pertumbuhan dan perkembangan anak sedini mungkin. Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan agar anak tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita harapkan.

Perhatikan Tumbuh Kembang Anak
Pertumbuhan dan perkembangan anak pada setiap fase tentu mengalami perubahan yang signifikan, disinilah peran orang tua sangat di butuhkan.

Fase Usia Pra Sekolah
Pada tahap usia pra sekolah anak umumnya tumbuh secara normal, mereka akan bermain apa saja yang yang mereka temukan, biarkan anak bermain dengan siapapun, namun demikian peran orang tua untuk mengawasi dan mengarahkan jenis permainan yang sesuai dengan gendernya sangatlah penting.
Seorang anak laki-laki tentu kurang tepat jika orang tua memberi hadiah boneka barbie, karena hal itu akan berpengaruhi pada pola bermain anak yang juga berdampak pada sisi pembentukan karakter. Mulailah mengenalkan perbedaan gender, mana mainan laki-laki dan mana mainan perempuan, tanyakan siapa teman laki-laki dan Perempuannya.

Fase Usia Masuk Sekolah (SD)
Saat memasuki usia sekolah (SD), anak akan cenderung berbaur dengan teman-teman yang sejenis dan memilih permainan yang sesuai dengan gendernya. Namun jika pada fase ini anak lebih suka memilih teman-teman lawan jenis dan cenderung tidak suka bermain yang bersifat maskulin, ada baiknya orang tua lebih serius memperhatikan anak, cobalah untuk memberi dorongan pada anak untuk membaur dengan teman-teman sejenis, ajak teman-temannya yang laki-laki untuk bermain di rumah.
Selain itu orang tua juga bisa mulai menemui konselor atau psikolog anak untuk berkonsultasi mengenai perkembangan anak.

Perhatikan Lingkungan dan Pola Asuh
Seperti kita ketahui, pertumbuhan dan perkembangan anak sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, baik itu di sekolah atau pun saat dirumah. Amati apakah dilingkungan kita ada contoh perilaku "kemayu"?, segeralah untuk sebisa mungkin menghindarinya. Jauhi anak dari televisi yang menayangkan acara kebanci-bancian, karena acara televisi secara tidak langsung akan menanamkan sifat dan perilaku yang tidak sesuai.
Selain itu, pola asuh juga sangat berpengaruh atas tumbuh kembang anak, untuk itu peran keluarga sangat penting, jangan biarkan anak hanya melihat contoh pekerjaan yang bersifat feminim, tingkatkan intensitas bermain yang bersifat maskulin, jangan karena alasan "lucu" anak malah di biarkan dan di tertawakan saat bermain dan memerankan sosok perempuan ataupun "banci-bancian".

Pentingnya Peran Ayah
Ayah adalah pigur yang paling nyata dan cenderung mudah di tiru oleh anak laki-laki, kedekatan hubungan emosional antara ayah dan anak laki-laki sangat dibutuhkan. Pada dasarnya anak tidak suka dipaksa, begitupun juga sebaliknya, memberi kelonggaran juga akan berdampak lebih buruk pada perilaku "kemayu"nya, karena itu peran ayah sangat penting dalam pembentukan karakter dan mengenalkan perbedaan peran gender, sehingga anak akan mengerti bagaimana harus bertingkah laku sesuai jenisnya.
    Noel Janis-Norton didalam buku Calmer, Easier, Happier Boys menyebutkan tanpa adanya figur ayah yang cukup kuat, anak laki-laki nanti akan kesulitan dalam mengekpresikan emosinya sebagai laki-laki. Untuk ayah luangkan waktu lebih bersama dengan anak laki-laki dan lihatlah dia menjadi laki-laki yang hebat.

    Baca Juga :

    kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
    Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

    Follow sosial media kabarklinik berikut


    EmoticonEmoticon