14 Sep 2017

Mengenal Obat PCC yang Efeknya Mirip Flakka

Mengenal Kandungan dan Fungsi Obat PCC

Penyalahgunaan obat semakin marak dikalangan masyarakat, baru-baru ini di beritakan sejumlah orang dikendari mengalami kejang-kejang setelah mengkonsumsi obat keras jenis PCC, berdasarkan data BNN kendari diketahui setidaknya lebih dari 50 orang telah mengkonsumsi obat tersebut hingga diantaranya meninggal dunia.

Efek setelah mengkonsumsi obat PCC sangat mirip dengan narkoba jenis Flakka, mulai dari kejang-kejang, hilang kesadran hingga kematian. Sebenarnya apa itu obat PCC, kenapa bisa menimbulkan efek yang mengerikan ketika di konsumsi?

Apa Itu Obat PCC dan Kandungannya, Hingga Memiliki Efek Samping Mengerikan


Obat PCC ( Paracetamol Caffein Carisoprodol) merupakan obat berbentuk pil berwarna putih dengan merk dagang somadril compund, didalam obat ini terdapat kandungan paracetamol, caffein, dan karisoprodol, kandungan obat PCC tidak termasuk dalam kategori jenis narkotika maupun jenis Flakka, jadi kandungan pil PCC dengan narkotika jenis Flakka itu berbeda.

Kandungan karisoprodol di dalam obat PCC membuat obat ini masuk dalam kategori obat keras, karisoprodol memiliki efek farmakologis sebagai pelemas otot meski hanya dalam waktu singkat, kemudian didalam tubuh diolah menjadi senyawa Meprobamat yang menimbulkan efek menenangkan. Efek menenangkan inilah yang dicari dengan mengkonsumsi obat dalam jumlah banyak.

Penggunaan obat PCC dalam jumlah dan dosis yang tinggi bisa menimbulkan efek samping yang sangat serius, mulai dari kerusakan hati, kelainan kulit seperti stephen johnson dan penurunan kesadaran, obat ini juga bisa menyebabkan pendarahan hingga keguguran bagi ibu hamil.

Sebenarnya obat yang masuk dalam kategori keras tidak bisa diedarkan secara bebas, harus dengan resep dokter dan pengawasan yang ketat, apalagi obat yang mengandung karisoprodol telah diatur peredarannya dalam peraturan kepala BPOM RI NO.7 Tahun 2016 tentang pengelolaan obat-obat tertentu yang sering disalahgunakan, serta Permenkes No.73 Tahun 2016 tentang standar kefarmasian di apotik. Karena itu, di indonesia obat ini sudah sangat sulit ditemukan karena peredarannya terbatas.

Fungsi dan Kegunaan Obat PCC


Obat PCC terdiri dari paracetamol, caffein dan Carisoprodol, masing-masing memiliki fungsi dan kegunaan, paracetamol masuk dalam kategori obat analgesik atau pereda nyeri dan penurun demam, lalu caffein umumnya digunakan untuk kewaspadaan mental dan bisa juga untuk mengurangi sakit kepala, sedangkan carisoprodol tergolong muscle relaxants atau pelemas otot yang biasa digunakan untuk mengatasi rasa nyeri dan ketegangan otot, carisoprodol bekerja langsung ke jaringan saraf dan otak untuk merilekskan otot.

Kegunaan obat PCC itu sendiri sebagai penghilang rasa nyeri pada pinggang atau kejang otot, selain itu juga ada yang menggunakannya sebagai obat jantung. Bahkan ada yang menyalahgunakannya sebagai obat kuat, dan meningkatkan rasa percaya diri, karena banyak penyalahgunaan tersbut akhirnya ijin edarnya di cabut di tahun 2014.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon