11 Okt 2017

Cara Meningkatkan Produksi ASI Agar Lancar dan Berkualitas

Cara Meningkatkan Produksi ASI Agar Lancar dan Berkualitas Dengan Bahan Alami

ASI Eksklusif (air susu ibu) merupakan sumber nutrisi terbaik bagi bayi usia 0-6 bulan, pemberian ASI juga memberi manfaat agar hubungan emosional bayi dengan ibu semakin erat. Para pakar menyarankan ASI tetap di berikan hingga usia 2 tahun dengan makanan pendamping ASI (MP ASI) agar anak tumbuh lebih sehat dan cerdas.

Namun, tidak semua ibu menyusui memiliki ASI lancar dan banyak, akibatnya banyak ibu yang cemas apakah bayi cukup ASI atau tidak. Untuk itu, agar ASI lancar dan berkualitas harus dipersiapkan sejak masa kehamilan, kemudian dilanjutkan dengan tetap menjaga pola hidup sehat selama menyusui.

Penyebab ASI Tidak Lancar dan Sedikit


Proses produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin dan hormon oksitosin, kedua hormon tersebut sangat berperan dalam menentukan lancar tidaknya ASI.

Hormon prolaktin berfungsi menstimulasi sel didalam alveoli untuk memproduksi ASI, semakin tinggi hormon prolaktin pada ibu menyusui, maka produksi ASI semakin banyak. Jumlah hormon prolaktin sangat dipengaruhi oleh asupan nutrisi ibu dan frekuensi hisapan bayi.

Hormon Ositosin berfungsi merangsang keluarnya ASI dengan cara memacu otot-otot halus disekitar sel-sel pembuat ASI agar mengeluarkan ASI. Jumlah hormon ositosin sangat berkaitan dengan kondisi psikis ibu atau suasana hati.

Berikut 10 penyebab ASI tidak lancar dan sedikit, antara lain

1. Jarang Menyusui
Ibu yang jarang menyusui menyebabkan kurangnya rangsangan ke otak untuk memproduksi hormon prolaktin, akibatnya tidak ada stimulasi sel dalam alveoli untuk produksi ASI.

2. Kelelahan, Stres, Cemas
Ibu yang bekrja umumnya memiliki ASI yang tidak lancar, penyebabnya bisa jadi karena kelelahan dan stres, kondisi ini mengakibatkan berkurangnya hormon ositosin sebagai hormon yang berfungsi mengeluarkan ASI. Selain kelelahan dan stres, rasa cemas juga dapat mengganggu kelancaran ASI.

3. Memberikan Susu Formula
Beberapa ibu akan memberikan susu formula karena khawatir bayi tidak cukup ASI, akibatnya jarang terjadi stimulasi hingga prosuksi ASI menurun. Selain itu, bayi bisa mengalami bingung puting dan akan kesulitan menguasai teknik menyusu pada ibu.

4. Diet ketat
Banyak ibu melakukan diet untuk menurunkan berat badan setelah persalinan. Namun, diet yang ketat justru akan berdampak pada berkurangnya produksi ASI, karena ibu akan kekurangan nutrisi dan bisa saja terkena dehidrasi. Jika ingin diet, sebaiknya jalani diet sehat dengan pola makan sehat dan seimbang.

5. Kurang Minum Air
Ibu menyusui yang kurang minum air beresiko terkena dehidrasi atau kekurangan cairan, akibatnya jumlah produksi ASI menurun.

7. Obat-obatan dan Obat KB Hormonal
Beberapa obat seperti antihistamine, decongenstant, obat penurun berat badan dan vitamin B6 dosis tinggi dapat mengurangi produksi ASI ibu. Selain itu, Obat KB hormonal seperti pil KB juga dapat mengganggu produksi ASI.

8. Riwayat Operasi payudara
Ibu yang memiliki riwayat operasi payudara, seperti membesarkan atau memperkecil payudara memiliki resiko tidak dapat memproduksi ASI yang cukup.

9. Masalah Anatomi bayi
Kurangnya produksi ASI bisa juga karena bayi memiliki masalah pada lidah, seperti tongue tied atau lidah terikat, tongue tied menyebabkan terbatasnya pergerakan lidah dan mulut sehingga berakibat bayi tidak bisa menyusu dan produksi ASI berkurang.

10. Kafein, Alkohol dan Rokok
Konsumsi kafein, alkohol dan rokok yang berlebihan juga mengakibatkan berkurangnya produksi ASI. selain itu, juga mengganggu pertumbuhan bayi.

Agar produksi ASI melimpah dan lancar, sebaiknya hindari 10 penyebab produksi ASI menurun diatas. Selain itu, pola makan yang sehat dan berimbang pada ibu menyusui juga harus dijaga, agar nutrisi ibu terpenuhi.

6 Makanan yang Dapat Meningkatkan Produksi ASI


Asupan nutrisi dan gizi yang seimbang sangat dibutuhkan ibu menyusui agar kesehatan ibu terjaga dan produksi ASI lancar.

Berikut 6 makanan yang bermanfaat untuk memperlancar ASI.

1. Pepaya dan Daun Pepaya.
Pepaya mengandung vitamin A, vitamin C, kalium dan asam folat. Papaya juga rendah kandungan kolesterol, lemak jenuh dan natrium. Pepaya punya kandungan lebih banyak 33% vitamin dan 50% kalium dibanding jeruk. Buah pepaya baik untuk memenuhi kebutuhan kalium di masa menyusui.

Selain buahnya, daun pepaya juga dapat melancarkan ASI. Daun pepaya menagndung vitamin A dan vitamin C.
  • Cara mengkonsumsi: Pepaya dapat dimakan langsung, atau dibuat mix juice dengan buah lain. sedangkan daun pepaya  dapat ditumis atau direbus untuk lalap.

2. Semangka.
Semangka mengandung vitamin A dan C, kalium serta asam folat, namun rendah kandungan lemak jenuh, kolesterol dan natrium. Buah semangka baik untuk memenuhi kebutuhan vitamin A ibu menyusui. Kadar air yang tinggi pada semangka baik untuk asupan cairan tubuh.
  • Cara mengkonsumsi: Dibuat jus, tak perlu belepotan terkena tetesan air semangka saat digigit.

3. Daun katuk.
Daun katuk kaya protein, kalium, fosfor, zat besi, vitamin A, B1 dan vitamin C. katuk juga mengandung alkaloid dan sterol yang mempengaruhi produksi ASI. Dalam 100 gr daun katuk juga terkandung 239 mg vitamin C, sudah jauh lebih cukup untuk memenuhi kebutuhan ibu menyusui, yakni 95 mg. tak perlu khawatir kelebihan vitamin C karena ambang batas toleransinya adalah 2000 mg/hari.

Daun katuk berguna untuk memperlancar produksi ASI karena mengandung senyawa galactogogue.
  • Cara mengkonsumsi: Dibuat sayur bening.

4. Jambu Air.  
Jambu air mengandung vitamin A, C, kalsium, fosfor, dan zat besi yang berguna untuk memenuhi kebutuhan kalsium yang dapat meningkatkan fungsi otot dan saraf, serta vitamin A yang berguna untuk melindungi sistem kekebalan tubuh bayi.
  • Cara mengkonsumsi: Dimakan langsung

5. Labu
Didalam labu mengandung asam folat, vitamin C dan K, seng (zinc) dan mangan, selain itu juga sumber vitamin B6, magnesium dan kalium.
  • Cara mengkonsumsi: Direbus dan langsung dimakan, apalagi labu siam berukuran kecil, rasanya manis.

6. Bayam
Bayam merupakan sumber vitamin B6, zat besi, protein, thiamin, ribloflavin, asam folat, kalsium, magnesium, fosfor, kalium, vitamin A, C, E, dan K yang berguna untuk memperlancar produksi ASI. Vitamin B6 dalam bayam sangat baik untuk kekebalan tubuh bayi.
  • Cara mengkonsumsi: Dibuat sayur bening

Dengan menghindari penyebab ASI tidak lancar dan memenuhi asupan nutrisi bisa membuat produksi ASI lancar dan berkualitas.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon