17 Okt 2017

Apa Itu Hipoksia Penyebab Kiper Persela Meninggal

Apa Itu Hipoksia yang Menyebabkan Kiper Persela Meninggal Mendadak
image source : gratisography

Kasus kiper meninggal dalam jagad sepak bola sepertinya sudah sering terjadi, salah satunya kiper Persela Lamongan Choirul Huda yang meninggal setelah mengalami benturan keras di kepala dan leher dengan pemain lain.

Meninggalnya kiper persela sepertinya hal yang tidak wajar, karena tidak tampak luka maupun darah yang keluar dari kepala maupun tubuh. Namun, menurut dr. Zaki Mubarok di RSUD dr. Soegiri Lamongan, Choirul Huda mengalami hypoxia hingga menyebabkan kematian.

Sebenarnya apa itu hipoksia dan penyebab hipoksia bisa terjadi? kenapa hipoksia bisa menjadi penyebab meninggalnya kiper Pesela Choirul Huda?.

Apa Itu Hipoksia


Hipoksia (hypoxia) adalah kondisi dimana sel-sel dan jaringan dalam tubuh kekurangan suplai oksigen hingga menyebabkan otak, hati dan organ tubuh lainya akan mengalami kerusakan dalam waktu singkat. Hipoksia bisa juga terjadi karena hipoksemia atau rendahnya kadar oksigen pada pembuluh darah.

Hipoksia sering terjadi di lingkungan dengan kadar oksigen rendah seperti pegunungan, namun banyak juga kasus hipoksia karena tersumbatnya pembuluh darah maupun tersumbatnya jalan napas akibat kecelakaan maupun benturan seperti yang dialami kiper persela.

Baca Juga: Mudah lupa?, Coba 6 Jenis Makanan ini Agar Otak Sehat

Level bahaya hipoksia ditentukan oleh jaringan atau organ tubuh yang mengalami hipoksia, otak menjadi organ yang paling cepat rusak saat mengalami hipoksia, sedangkan otot jantung yang tekena hipoksia akan mengalami serangan jantung dalam kurun waktu kurang dari 25 menit.

Gejala Hipoksia Secara Umum

Gejala hipoksia muncul secara mendadak dan cepat memburuk, seperti gejala yang dialami kiper Chairul Huda. Karena itu jika tidak secepat mungkin ditangani akan mengancam jiwa atau kematian.

Berikut beberapa gejala hipoksia yang biasa terjadi
  • Kepala terasa sakit
  • Kebingungan
  • Berkeringat
  • Kulit membiru atau kemerahan
  • Sesak napas
  • Halusinasi
  • Batuk-batuk
  • Kelelahan
  • Detak jantung cepat
  • Napas berbunyi
  • Napas pendek

Kenali gejala-gejala hipoksia diatas saat berada di pegunungan, di dalam air, dilingkungan berasap maupun setelah kecelakaan atau benturan seperti yang terjadi pada kiper Persela Lamongan Chairul Huda, dan secepatnya minta bantuan penanganan untuk mencegah efek fatal dari hipoksia.

Penyebab Hipoksia yang Umum Terjadi

Banyak faktor yang dapat menyebabkan seseorang terkena hipoksia, berikut beberapa penyebab hipoksia yang biasa terjadi
  • Kurangnya hemoglobin pada penderita anemia
  • Kurangnya oksigen di lingkunagn sekitar
  • Tersumbatnya jalan napas, contoh karena kecelakaan atau benturan seperti kiper Chairul Huda
  • Tersumbatnya pembuluh darah
  • Keracunan gas atau zat kimia
  • Gangguan paru-paru, seperti penyakit paru-paru obstruktif kronis (PPOK), bronkitis, emfisema, kanker paru-paru, pneumonia, asma, edema pulmonari.
Hipoksia juga bisa dialami karena paru-paru yang belum berkembang seperti pada bayi prematur.

Segera konsultasi ke dokter jika menemukan gejala hipoksia untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Tragedi meninggalnya kiper persela Chairul Huda mungkin karena faktor kecelakaan, untuk itu lebih berhati-hati ketika melakukan sesuatu dan tetap jalankan pola hidup sehat.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon