23 Okt 2017

6 Jenis Alergi Pada Anak yang Harus Diwaspadai

6 Jenis Alergi Pada Anak yang Harus Diwaspadai Agar Terhindar Dari Serangan Alergi
Image Source : everydayhealth.com
Alergi seringkali menyerang anak-anak maupun bayi yang membuat rasa tidak nyaman dan mengakibatakan anak cenderung lebih rewel dari biasanya, untuk mengatasi alergi pada anak sebaiknya kenali dulu jenis alergi yang menyerang agar pengobatan atau penanganan alergi lebih optimal.

Penanganan alergi pada anak maupun bayi yang kurang optimal dapat menyebabkan alergi berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius hingga usia dewasa. Dalam dunia medis dikenal istilah Allergic March atau perjalanan alamiah penyakit alergi yang timbul sesuai perkembangan usia akibat tidak tertanganinya kecenderungan alergi pada anak.

Banyak sekali jenis alergi pada anak yang dapat menyerang beragam organ tubuh anak seperti kulit tubuh, hidung, saluran pernapasan, saluran pencernaan dan bahkan mata. Pada umumnya alergi pada anak tidak terlalu membahayakan, namun gejala alergi seringkali sulit disembuhkan hingga membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit.

Jenis Alergi Pada Anak Secara Umum


Terdapat banyak jenis alergi yang ditemukan pada anak, pada setiap jenis alergi memiliki gejala yang berbeda, meskipun kadang ada beberapa jenis alergi yang memiliki gejala sama.

Secara umum terdapat 6 jenis alergi pada anak dan bayi yang paling sering terjadi.

1. Dermatitis Atopik
Dermatitis atopik bisa juga disebut eksim atau ruam susu yang umumnya menyerang bayi usia dibawah 6 bulan dengan gejala berupa kulit kering, gatal-gatal, pecah, sakit dan berwarna merah. Gejala dematitis apotik bisa menyerang setiap bagian tubuh, tetapi yang paling sering terjadi di sekitar lutut, lengan siku, tangan, sekitar leher dan pipi.

Penyebab dermatitis atopik masih belum diketahui dengan pasti, namun umumnya penderita dermatitis atopik memiliki keluarga yang juga mempunyai riwayat atopi. Faktor pencetus dermatitis atopik adalah berbagai jenis alergen, seperti debu, tungau rumah, bulu binatang atau makanan tertentu yang brsifat alergenik.

Penyakit dermatitis atopik pada anak umumnya akan sembuh dengan sendirinya pada saat dewasa, namun upaya penanganan juga harus dilakukan agar resiko berlanjut menjadi rhinitis alergika maupun asma (Allergic March) bisa berkurang.
6 Jenis Alergi Pada Anak yang Harus Diwaspadai Agar Terhindar Dari Serangan Alergi
Allergic March

2. Alergi Makanan
Alergi pada anak karena makanan biasanya akan muncul gejala gatal di sekitar mulut, biduran dan bengkak di sekitar mulut dan wajah, gejala alergi makanan yang lebih berat bisa berupa diare, muntah, sakit perut dan kesulitan bernapas.

Alergi makanan juga bisa berkembang menjadi rinitis alergi dan asma (Allergic March) jika tida di tangani dengan benar. Makanan yang menjadi pemicu alergi berbeda-beda sesuai usia, makanan yang sering menyebabkan alergi pada bayi yaitu susu sapi, telur dan kacing, sementara alergi pada anak yang lebih besar lebih banyak disebabkan kacang-kacangan dan ikan.

3. Alergi Susu Sapi
Protein yang terkandung dalam susu sapi bisa memicu alergi pada anak dan bayi, gejala alergi susu bayi ditandai dengan kulit kemarahan, gatal-gatal, sakit perut, diare, perubahan bentuk feses hingga buang air besar berdarah. Pada umumnya Alergi pada anak karena susu sapi akan hilang ketika anak memasuki usia 3 tahun.

Diagnosis alergi susu sapi bisa dilakukan dengan tes provokasi yang dilakukan dokter, yaitu dengan menghentikan pemberian susu sapi selama tiga minggu kemudian diberikan kembali secara bertahap untuk mengetahui reaksinya. Selain tes provokasi, diagnosis bisa dilakukan dengan tes alergi dan pemeriksaan darah lengkap.

4. Rhinitis Alergika
Rinitis alergika atau biasa disebut hay fever adalah peradangan pada saluran pernapasan karena reaksi alergi. Rhinitis alergika merupakan salah satu alergi pada anak yang sring terjadi, sekitar 20 persen anak didunia terkena rinitas alergi dan angka tersebut bisa bertambah hingga anak tersebut menjadi dewasa.

Gejala rinitis alergika secara umum berupa bersin dan hidung berair setiap bangun tidur dipagi hari. selain itu, gejala tambahan seperti hidung tersumbat, sulit bernapas, mata bengkak dan berair, gatal disekitar mata dan hidung hingga batuk kering dan nyeri tenggorokan.

Berdasarkan lamanya gejala, rinitis alergika dibagi menjadi dua yaitu intermiten dan persisten.
  • Rhinitis Alergika Intermiten : Lamanya gejala alergi kurang dari 4 hari dalam seminggu atau kurang dari 4 minggu
  • Rhinitis Alergika Persisten : Lamanya gejala lebih dari 4 hari dalam seminggu atau lebih dari 4 minggu

Pemicu timbulnya rhinitis alergi berupa debu rumah, bulu binatang, asap rokok, serbuk sari bunga dan perubahan cuaca atau iklim. Seorang anak yang menderita rhinitis alergika memiliki resiko lebih besar untuk mengidap asma di kemudian hari, rhinitis alergika juga termasuk alergi pada anak yang bersifat kambuhan dan sangat mengganggu aktivitas anak.

Baca Juga : Mengenal Apa Itu Alergi pada Anak Agar Lebih Mudah Mengatasi Alergi

5. Asma
Salah satu alergi pada anak yang harus diwaspadai yaitu asma, sekitar 10 persen anak di dunia mengidap penyakit asma dan akan bisa bertambah setiap tahunnya. Asma merupakan penyakit alergi bersifat kronis yang menyerang saluran pernapasan dan ditandai dengan peradangan dan penyempitan saluran nafas.

Anak yang mengidap asma umumnya pernah menderita dermatitis atopik maupun rinitis alergika saat bayi, serangan asma dapat dipicu oleh beberapa faktor, diantaraya alergen (debu, asap, bulu hewan, serbuk sari), infeksi saluran pernafasan, cuaca, aktivitas yang berat.

Asma dibagi dalam tiga kategori berdasarkan derajat penyakitnya, yaitu asma episodik jarang, asma episodik sering dan asma persisten, sedangkan berdarkan serangan gejala terdiri dari serangan asma ringan, serangan asma sedang, serangan asma berat dan ancaman henti napas.

Gejala asma bisa selalu hadir pada pengidap asma ringan dan berat yang berupa mengi (nafas bunyi), sesak nafas, dada terasa berat dan batuk kronis. Sedangkan pada pengidap asma ringan, gejala hanya akan muncul jika terjadi serangan. Secara medis, serangan asma tergolong kondisi gawat darurat sehingga harus mendapat penanganan segera.


6. Urtikaria
Salah satu alergi pada anak yang sering terjadi yaitu urtikaria atau biduran, alergi ini ditandai dengan rasa gatal dan perih pada kulit disertai bilur berwarna merah atau putih. Urtikaria atau biduran terbagi menjadi dua yakni urtikaria akut yang ditandai dengan lamanya gejala kurang dari enam minggu, sedangkan urtikaria kronis terjadi serangan lebih dari enam minggu dan bersifat kambuhan.

Urtikaria atau biduran dapat dipicu oleh paparan udara panas atau dingin, gigitan serangga, obat-obatan tertentu seperti antibiotik dan anti inflamasi nonsteroid dan infeksi. Biasanya urtikaria atau biduran akan sembuh dengan sendirinya tanpa perlu pengobatan, namun jika terasa menggangu bisa diobati dengan obat antihistamin.

Jika anak atau bayi Anda termasuk pengidap salah satu dari 6 jenis alergi pada anak yang harus diwaspadai, segeralah konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan alergi paa anak yang lebih optimal. Selain itu, menghindarkan anak dari pemicu alergi (alergen) merupakan langkah tepat untuk mencegah terjadinya serangan alergi pada anak.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon