29 Okt 2017

4 Jenis Penyakit Kulit Berbahaya dan Mematikan

4 Jenis Penyakit Kulit yang Berbahaya dan Mematikan

Kulit adalah bagian terluar tubuh yang memiliki banyak fungsi seperti melindungi organ dalam tubuh dari berbagai ancaman, pengatur suhu tubuh, penyimpan lemak serta sebagai indra peraba. Namun, kulit yang tidak dijaga dengan baik sangat rentan terkena berbagai penyakit kulit dari yang ringan sampai yang dapat mengakibatkan kematian.

Pada umumnya penyakit kulit disebabkan oleh virus maupun bakteri yang menginfeksi kulit pada saat daya tahan tubuh lemah. Selain itu, penyakit kulit bisa juga disebabkan karena alergi pada salah satu alergen tertentu seperti kosmetik maupun obat-obatan tertentu, alergi kulit dalam dunia medis biasa disebut dermatitis kontak alergi.

Baca juga : 6 Jenis Alergi Pada Anak yang Harus Diwaspadai

Penyakit kulit sering kali dianggap sebagai penyakit ringan yang mudah sembuh dan tidak berbahaya, meski anggapan tersebut tidak sepenuhnya salah, namun penyakit kulit yang dibiarkan tidak diobati secara optimal akan mengganggu aktivitas serta pada kondisi tertentu beberapa jenis penyakit kulit akan sangat berbahaya dan cenderung beresiko pada kematian.

Jenis-Jenis Penyakit Kulit Berbahaya dan Beresiko Kematian


Ada beberapa jenis penyakit kulit yang perlu diwaspadai dan harus segera dilakukan pengobatan ke dokter spesialis kulit jika gejala penyakit tidak mereda dan cenderung semakin parah.

Berikut 4 jenis penyakit kulit berbahaya dan mematikan.

1. Impetigo
Impetigo merupakan salah satu jenis penyakit kulit yang disebabkan infeksi bakteri yang ditandai kulit melepuh dan terasa sakit yang didalamnya terdapat cairan yang menyebabkan kulit disekitarnya gatal. Impetigo termasuk penyakit kulit menular yang lebih sering menjangkit anak-anak yang umumnya kurang bisa menjaga kebersihan dan tingginya kontak fisik dengan teman sebayannya.

Gejala impetigo ditandai dengan melepuhnya kulit dan berisi cairan, gejala tersebut bisa disebut gejala impetigo bulosa. Selain gejala impetigo bulosa, juga ada gejala impetigo non bulosa, yaitu ditandai dengan munculnya bercak-bercak merah dan gatal pada kulit.

Penyebab penyakit kulit impetigo yaitu bakteri Staphyloccus aureus dan bakteri Stresptococus pyogenes yang ditularkan melalui kontak fisik baik secara langsung maupun perantara yang sebelumnya dipakai penderita impetigo. Jenis penyakit kulit impetigo akan lebih mudah menyerang seseorang dengan kekebalan tubuh lemah serta kulit yang terdapat luka maupun kulit yang mengidap penyakit kulit lain seperti panu, kudis dan lain sebagainya.

Impetigo umumnya akan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-3 minggu, namun jika tidak di tangani dengan benar, impetigo bisa menjadi penyakit kulit berbahaya hingga tejadi komplikasi impetigo yang menyebabkan infeksi bakteri pada organ tubuh lain. Beberapa komplikasi impetigo seperti Selulitis, Glomerulonefritis, Septikemia, Psoriasis gutata, Demam scarlet, Staphylacoccal Scalded Skin Syndrome dan penyakit Ektrima.

Jika memiliki penyakit kulit impetigo tetapi tidak ada tanda-tanda sembuh 3 minggu setelah serangan, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan penanganan yang optimal agar terhindar dari komplikasi penyakit kulit impetigo yang bisa menyebabkan efek yang sangat mengerikan.

2. Psoriasis
Psoriasis adalah salah satu penyakit kulit bersifat kronis yang umumnya menyerang kulit bagian lutut, siku, punggung bagian bawah hingga kulit kepala yang ditandai dengan kulit terkelupas, ruam merah, menebal, terasa kering dan bersisik.

Tingkat gejala penyakit kulit psoriasis bisa ringan, sedang hingga sangat parah dan bisa berubah sepanjang waktu, gejala psoriasis berat atau parah biasanya berupa kulit tebal, memerah dan bersisik pada seluruh bagian tubuh, terkadang disertai rasa gatal dan perih.

Penyakit kulit psoriasis muncul ketika terjadi kelebihan produksi sel-sel kulit tubuh sehingga terjadi penumpukan kulit yang menyebabkan penebalan kulit. Penyakit kulit ini diduga karena gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel kulit sehat yang belum waktunya diganti, normalnya sel-sel kulit mati akan diganti dalam rentan waktu beberapa minggu sekali.

Penyebab pasti munculnya penyakit kulit psoriasis belum diketahui, namun faktor pencetus penyakit kulit ini bisa berupa infeksi tenggorokan, stres, menggunakan obat-obatan tertentu hingga mengidap HIV.

Pengobatan psoriasis saat ini umumnya menggunakan fototerapi, obat oles maupun suntikan dengan tujuan meringankan gejala serta memperbaiki tekstur kulit agar tidak tebal dan bersisik, jadi tidak untuk menyembuhkan penyakit kulit psoriasis. Pada tahap awal psoriasis hanya menyerang kulit, namun pada tahap selanjutnya jika tidak segera diobati akan berkembang mempengaruhi sendi dan organ dalam tubuh.

Psoriasis menjadi salah satu penyakit kulit berbahaya dan mematikan jika penyakit ini sudah menyebar ke organ dalam tubuh maupun sendi yang menyebabkan proses pengobatan akan sulit dilakukan hingga dapat mempengaruhi psikologi penderitanya karena merasa malu.

3. Rosacea
Rosacea adalah penyakit kulit kronis yang biasanya menyerang wajah orang berkulit putih dengan gejala kemerahan dan bengkak pada wajah serta terlihat pembuluh darah kecil. Penyakit kulit rosacea menyerang wajah bagian pipi, hidung, dagu dan dahi yang mempunyai siklus kambuhan, dan cenderung akan bertambah banyak jika tidak segera diobati.

Rosacea terbagi menjadi 4 jenis yang dapat dibedakan dengan gejala yang menyerang
  • Erythematotelangiectatic Rosacea, ditandai dengan kemerahan pada wajah yang bersifat permanen dan terlihat pembuluh darah kecil yang pecah.
  • Papulopustular Rosacea, ditandai dengan kemerahan pada wajah dan disertai benjolan seperti jerawat.
  • Rhinophyma Rosacea, ditandai dengan penebalan kulit wajah bagian hidung
  • Ocular Rosacea, ditandai dengan gejala yang menyerang mata
Penyakit kulit rosacea sangat sulit disembuhkan, namun dapat di kontrol dengan pengobatan dan perawatan yang tepat.

Penyebab rosacea menurut magforwomen (26/9/2013) adalah sebagai berikut
  • Paparan sinar matahari yang ekstrim pada wajah dapat menyebabkan kulit kering dan berkeringat, kondisi ini jika tidak dirawat akan mengakibatkan munculnya rosacea
  • Seseorang yang mengalami stres berat sepanjan waktu akan meningkatkan tekanan darah dn pembuluh darah mengembang, sehingga kulit akan menebal dan memerah.
  • Seseorang yang memiliki orang tua terkena rosacea, akan cenderung lebih mudah terserang penyakit kulit rosacea.
  • Makanan yang tidak sehat dan berminyak dapat menyebabkan kulit wajah terkena rosacea, biasanya ditandai dengan munculnya benjolan kecil yang berisi nanah.
  • Penggunaan kosmetik wajah yang mengadung steroid dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan alergi permanen pada kulit wajah dan beresiko berubah menjadi rosacea
Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit untuk mendapatkan cara mengobati penyakit kulit rosacea, karena jika dibiarkan akan semakin parah dan sulit diobati.

4. Kanker Kulit
Kanker kulit adalah penyakit kulit yang menyerang sel DNA menjadi tidak normal sehingga pertumbuhan sel-sel kulit menjadi sangat cepat akibat paparan radiasi sinar ultra violet (UV) dari matahari maupun mesin pewarna tubuh (tanning beds).

Ada 4 jenis kanker kulit yang memiliki gejala berbeda-beda
  • Actinic Keratosisis, jenis kanker kulit ini biasanya menyerang telinga, tangan, wajah dan bagian tubuh yang sering terkenan paparan sinar matahari, umumnya berbentuk bintik merah dan bersisik.
  • Basal Cell Carcinoma, jenis kanker kulit ini berasal dari lapisan epidermis paling bawah, pada umumnya menyerang tubuh bagian tangan leher dan kepala dengan gejala benjolan daging yang sulit dihilangkan.
  • Squamous Cell Carcinoma, jenis kanker kulit ini berasal dari lapisan tengah epidermis yang biasanya menyerang tangan, wajah, telinga, leher, bibir dan mulut. Pada umumnya kanker kulit jenis ini menyerang seseorang yang berusia diatas 50 tahun dengan gejala terdapat benjolan kemerahan dan bersisik pada kulit.
  • Melanoma Maligna, jenis kanker kulit ini adalah yang paling ganas diantara jenis kanker kulit lainnya, berasal dari sel-sel penghasil pigmen yang umummnya akan mempengaruhi warna kulit yang terkena kanker.
Kanker kulit termasuk penyakit kulit yang cenderung lebih mudah diobati dibanding jenis kanker lainnya, namun jika dibiarkan akan menyebar ke organ lain yang dapat menyebabkan kematian.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon