5 Okt 2017

Mengenal Alergi Pada Anak Agar Lebih Mudah Mengatasi Alergi

Mengenal Apa Itu Alergi Pada Anak Agar Lebih Mudah Untuk Mengatasi Alergi

Alergi merupakan salah satu masalah yang sering menyerang anak-anak, selain menimbulkan gatal dan bengkak juga bisa menggangu proses pertumbuhan anak. Orang tua memiliki peran penting dalam penanganan dan pencegahan, sehingga pengetahuan tentang apa itu alergi, gejala alergi, penyebab alergi pada anak dan cara pencegahan alergi wajib diketahui oleh orang tua.

Alergi termasuk dalam kategori penyakit ringan, tetapi pada beberapa kasus alergi dapat membahayakan jiwa meskipun potensinya kecil. Karena itu, ketika anak terserang alergi, orang tua tidak boleh menganggap remeh dan harus segera ditangani.

Alergi pada anak sangat erat kaitannya dengan sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang bereaksi terhadap serangan dan gangguan pada tubuh, tetapi reaksi yang ditimbulkan sangat berlebihan. Jadi, alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh yang berlebihan terhadap alergen yang masuk pada tubuh. Contoh beberapa alergen seperti makanan, debu, tungau, asap rokok maupun bulu binatang.

Gejala Alergi Anak yang Sering Muncul


Gejala alergi akan muncul tidak lama setelah kontak dengan alergen, biasanya berupa rasa gatal, bengkak dan kemerahan. Jika alergi menyerang bayi, umumnya bayi akan lebih rewel atau cengeng.

Berikut beberapa gejala alergi pada anak yang paling umum terjadi, antara lain:
  • Bengkak disekitar mata dan mulut, dan kemerahan dipipi.
  • Mata bengkak memerah, gatal dan berair.
  • Hidung tersumbat, beringus, bersin-bersin dan gatal.
  • Kulit kemerahan atau ruam, kulit kering, gatal dan mengelupas.
  • Sakit perut, mual, muntah dan diare.
  • Sesak nafas.

Faktor Penyebab Alergi Pada Anak


Umumnya penyebab alergi anak tidak berbahaya dan tidak menimbulkan alergi bagi orang lain, jadi faktor penyebab alergi (alergen) setiap anak berbeda-beda. Alergi pada anak secara umum disebabkan karena alergi makanan dan alergi inhalan (menghirup), selain itu juga bisa karena faktor alergi lain meskipun jumlahnya kecil.

1. Faktor Alergi Makanan
Faktor alergi ini masuk kedalam tubuh dengan cara dimakan, ada beberapa makanan yang biasanya menimbulkan alergi, seperti telur, kacang, susu sapi, seafood dan makanan atau minuman dengan bahan pengawet. Susu sapi menjadi alergen yang paling sering menyebabkan alergi pada anak, bahkan angka alergi anak di indonesia yang disebabkan susu sapi mencapai 7.5 persen.

Selain berupa makanan, alergen yang masuk melalui makan juga bisa berupa obat-obatan, umumnya jenis obat anti-biotik (penisilin dan sulfa) dan obat anti-inflamasi.

2. Faktor Alergi Inhalan (Menghirup)
Faktor alergi ini masuk melalui proses menghirup ketika bernafas, seperti debu rumah, tungau, bulu hewan dan serbuk sari. Biasanya anak paling sering terkena alergi karena tungau yang menempel pada tempat tidur, karpet maupun bantal.

3. Faktor Alergi Lainnya
Selain faktor zat makanan dan zat yang terhirup, faktor lainnya juga bisa menjadi pemicu alergi pada anak, seperti stres, faktor emosi mupun perubahan suhu mendadak.

Cara Penanganan Alergi Pada Anak


Sebelum melakukan penangan atau pengobatan alergi pada anak, sebaiknya lakukan tes alergi untuk mengetahui alergen yang menyebabkan gejala alergi muncul. Tes alergi sangat penting dilakukan untuk menentukan jenis penanganan atau pengobatan yang sesuai pada penderita alergi.

Pembahasan lebih rinci tentang tes alergi telah dibahas pada artikel kesehatan sebelumnya, atau dibawah ini

Baca Juga: Tes Alergi Untuk Mengetahui Penyebab Gejala Alergi

Setelah mengetahui alegren yang dimiliki anak, segeralah melakukan penanganan alergi agar tidak terjadi reaksi alergi yang lebih parah. Secara umum ada 3 langkah yang perlu dilakukan dalam proses pengobatan alergi anak, yaitu menghindari alegren, pemberian obat dan imunoterapi.

1. Menghindari Alegren
Proses mengindari alegren hanya bisa dilakukan stelah mengetahui penyebab alergi atau alergen yang dimiliki anak. Berilah perhatian lebih pada makanan yang dikonsumsi dan lingkungan sekitar anak, tetapi yang paling penting jauhkan anak dari alegren atau penyebab alergi, misalkan anak alergi terhadap susu sapi, hindari memberikan susu sapi pada anak.

2. Pemberian Obat
Sebelum memberikan obat alergi pada anak, sebaiknya lakukan konsultasi dengan dokter agar diberikan obat yang tepat dan aman. Di apotik dan toko obat tersedia beberapa obat yang biasa digunakan untuk mengatasi alergi pada anak dan umumnya memiliki efek samping kecil.

Ada dua jenis golongan obat yang biasa digunakan untuk mengobati alergi, yaitu Antihistamin dan kortikosteroid.

a. Antihistamin
    Salah satu jenis obat yang biasa dipakai untuk mengatasi alergi yaitu antihistamin, obat ini bekerja dengan cara menghalangi zat histamin agar tidak mempengaruhi sel tubuh untuk mengeluarkan reaksi alergi.
      Antihistamin terbagi menjadi 2, yaitu generasi pertama dan generasi kedua
        • Obat Antihistamin generasi pertama bersifat sedatif atau memiliki efek menenangkan, sehingga pengguna obat ini akan mengalami rasa kantuk. Beberapa obat antihistamin yang termasuk generasi pertama seperti Chlorpheniramin maleat (CTM), dimetinden, Hydroxyzine.
          • Obat Antihistamin generasi kedua bersifat non sedatif atau tidak menimbulkan efek kantuk, efek sampingyang ditimbulkan tidak sebesar obat antihistamin generasi pertama, contoh obat jenis ini yang cukup terkenal yaitu golongan setirizin.

          b. Kortikosteroid
            Obat kortikosreroid mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit termasuk alergi, karena memiliki sifat anti inflamasi (anti radang) yang kuat, anti piretik (anti demam) dan imunoregulator (pengatur sistem imun). Obat ini memiliki efek samping yang kuat dan bisa menimbulkan masalah serius, untuk itu sebelum menggunakan obat ini harus konsultasi ke dokter.

            Kortisteroid umumnya diberikan pada penderita alergi berat, salah satu cara kerja obat ini yaitu menurunkan respon imun tubuh agar tidak terjadi reaksi hipersensitivitas sehingga bisa menekan geajala alergi. Contoh obat yang termasuk golongan kortisteroid seperti deksametason, hidrokortison, prednison, metilprednisolon, triamsinolon, betametason dan clobetasol.

            3. Imunoterapi
            Cara pengobatan alergi lainya yaitu dengan imunoterapi, metode pengobatan ini bekerja dengan melatih sistem imun agar "terbiasa" dengan alergen atau tidak bereaksi berlebihan terhadap alergen tertentu. Sebelum melakukan metode pengobatan ini diharuskan sudah mengetahui alergen yang menimbulkan gejala alergi tersebut.

            Pengobatan imunoterapi dilakukan secara bertahap dengan cara menyuntikan estrak alergen ke lapisan luar kulit. Pada tahap awal pengobatan akan diberikan suntikan estrak alergen dalam jumlah kecil, kemudian pada tahap suntikan selanjutnya dosis alergen akan ditambah. Peningkatan dosis alergen dilakukan setiap minggu sekali dan biasanya dosis optimal akan dicapai dalam waktu sekitar 6 bulan, terapi akan dilanjutkan selama kurang lebih 3 sampai 5 tahun dengan pemberian suntikan alergen sebulan sekali.

            Imunoterapi harus dilakukan dibawah pengawasan dokter yang kompeten atau ahli alergi, karena setiap kali penyuntikan bisa menimbulkan resiko reaksi sistemik.

            Demikian artikel kesehatan Mengenal alergi pada anak agar lebih mudah mengatasi gejala alergi yang timbul, segeralah konsultasikan ke dokter jika gejala alergi meningkat lebih parah dan yang terpenting lakukan pencegahan dengan cara menghindari alergen.

            Baca Juga :

            kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
            Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

            Follow sosial media kabarklinik berikut


            EmoticonEmoticon