5 Okt 2017

Tes Alergi Untuk Mengetahui Penyebab Gejala Alergi

Tes Alergi Untuk Mengetahui Penyebab Gejala Alergi Dengan Tepat

Pada umumnya orang akan bingung saat pertama kali terkena gejala alergi, apalagi jika gejala tersebut menyerang anak-anak. Untuk segera mengatasi alergi, sebaiknya kenali dulu penyebab gejala alergi agar lebih mudah dalam penanganan dan bisa menghindarinya di kemudian hari.

Untuk mengetahui penyebab alergi memang tidak mudah, kebanyakan orang akan mengingat makanan apa yang masuk pada tubuh sebelum terkena alergi, tetapi penyebab alergi atau alergen tidak hanya karena makanan, bisa saja karena menghirup sesuatu atau faktor lainnya, karena itu penting untuk mengetahui cara menentukan jenis alergen yang menyebabkan alergi.

Cara Mengetahui Penyebab Alergi


Ada dua cara yang bisa dilakukan untuk menentukan jenis alergen atau penyebab alergi yang dimiliki seseorang, pertama dengan teknik percobaan dan yang kedua dengan cara tes alergi di laboratorium.

1. Teknik percobaan sederhana
    Cara ini sangat sederhana tetapi cukup beresiko, yaitu dengan mencoba mengulagi memberikan alergen yang sebelumnya sudah kita duga. Contoh kasus misalkan kita terkena alergi dan dugaan penyebabnya karena makan kerang, untuk mengetahui kebenarannya bisa dengan memakan lagi sedikit kerang, selanjutnya kita bisa memantau apakah timbul gejala alergi atau tidak, jika timbul alergi bisa disimpulkan memang menderita alergi kerang.

    Perlu ditegaskan bahwa hasil dari percobaan ini tidak sepenuhnya benar, untuk lebih memastikan hasil percobaan ini, bisa melakukan tes selanjutnya di laboratorium atau biasa disebut tes uji alergi.

    2. Tes alergi di laboratorium
      Saat ini banyak sekali tempat yang menawarkan jasa tes alergi, seperti di toko obat maupun supermarket, tetapi sebaiknya sebelum melakukan tes alergi konsultasikan ke dokter dan minta rujukan laboratorium yang kompeten dalam tes uji alergi.

      Tes alergi biasanya dilakukan oleh ahli alergi imunologi dengan cara melakukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan kulit, tetapi pada umumnya pemeriksaan kulit lebih sering dilakukan karena lebih mudah dan lebih murah.

      Tes pemeriksaan darah biasanya dilakukan jika pasien tidak mau melakukan tes pemeriksaan kulit, cara kerja tes pemeriksaan darah yaitu mengukur kadar antibodi imonugobulin E (IgE) spesifik di dalam darah, kadar imonugobulin E (IgE) umumnya tinggi pada penderita alergi.

      Tes pemeriksaa kulit dilakukan dengan tiga metode, yaitu skin prick (Tusuk pada kulit), intradermal test dan skinpatch test (tes tempel kulit).
      • Skin Prick (tusuk pada kulit) dilakukan dengan cara meneteskan cairan alergen pada kulit lengan bawah, kemudian kulit yang tekena cairan tersebut akan ditusuk, setelah 15-20 menit akan diketahui hasilnya apakah terjadi gejala alergi atau tidak. Jika terjadi gejala alergi bisa dipastikan alergen tersebut yang menyebabkan alergi.
      • Intermedial test biasanya dilakukan jika dokter masih meragukan hasil metode skin park, metode ini dilakukan dengan cara menyuntikan sejumlah kecil zat alergen kedalam kulit dan setelah beberapa menit akan ditentukan hasilnya.
      • Skin patch test dilakukan dengan cara menempelkan zat alergen pada kulit dengan menggunakan pad atau selotip selama 2-3 hari untuk mengetahui terjadi gejala alergi atau tidak. metode ini umumnya dipakai untuk hipersensitivitas tipe lambat.

      Hasil dari tes alergi biasanya dijadikan acuan atau referensi oleh dokter dalam proses penanganan pasien penderita alergi.

      Baca Juga :

      kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
      Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

      Follow sosial media kabarklinik berikut


      EmoticonEmoticon