12 Nov 2017

Jenis-Jenis Diabetes dan Cara Mencegah Penyakit Diabetes Melitus

Jenis-Jenis Diabetes dan Cara Mencegah Terkena Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit diabetes melitus merupakan salah satu penyakit penyebab kematian terbesar di dunia, selain itu jumlah pengidap diabetes juga terus meningkat. Data dari International Diabetes Federation menyebutkan penderita diabates sekitar 415 juta dan diperkirakan akan meningkat sekitar 642 juta di tahun 2040.

Indonesia berada pada urutan ke 7 dari 10 negara dengan penderita diabetes terbesar di dunia, jika pemerintah dan masyarakat tidak segera membenahi, tidak menutup kemungkinan peringkat indonesia akan semakin naik sebagai negara dengan diabetesi terbesar.

Menurut Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS) pada tahun 2013 menyebutkan tingkat prevalensi diabetisi nasional atau di Indonesia sebesar 6,8%  atau 9,1 juta jiwa dan diprediksi naik hingga 21,3 juta jiwa di tahun 2030.

Apa itu Diabetes Melitus


Penyakit diabetes melitus (DM) adalah suatu penyakit yang terjadi karena kelainan dalam metabolisme glukosa sehingga kadar gula darah dalam tubuh meningkat. Jika dibiarkan akan mengakibatkan rusaknya saraf dan pembuluh darah kecil di organ tubuh bagian mata, ginjal, jantung dan beberapa organ tubuh lainnya atau terjadi komplikasi.

Di Indonesia, penyakit diabetes melitus sering kali disebut sebagai penyakit kencing manis, karena pada umumnya seringkali ditemukan kadar gula yang sangat tinggi dalam urine penderita diabetes.

Sebenarnya glukosa sangat diperlukan oleh tubuh yang berfungsi sebagai bahan bakar utama dalam tubuh dan menjadikan setiap sel dalam tubuh dapat berfungsi secara normal. Glukosa sendiri merupakan bahan bakar yang sangat penting bagi otak, sehingga ketika tubuh kekurangan glukosa atau kadar gula darah menurun, akibatnya akan kehilangan kesadaran.

Glukosa atau gula dihasilkan oleh setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh dan diserap usus untuk masuk ke dalam sel-sel tubuh dengan bantuan hormon insulin. Jika hormon insulin dalam tubuh tidak memadai atau tubuh tidak dapat merespon hormon insulin, maka kadar gula akan tertimbun dan meningkat dalam darah dan menjadi penyebab penyakit diabetes.

Jadi tubuh memerlukan glukosa dengan kadar yang seimbang, tubuh akan lemah jika glukosa rendah dan jika glukosa dalam darah tinggi akan berpotensi menimbulkan penyakit diabetes melitus. Untuk mengontrol kadar gula dalam darah agar tidak terjadi penumpukan, maka tubuh memerluka insulin yang dihasilkan oleh organ pankreas.

Jenis atau Tipe Diabetes Melitus Berdasar Penyebabnya


Diabetes melitus terbagi menjadi 2 tipe yang dibedakan berdasarkan penyebab naiknya kadar gula dalam darah, yaitu Diabetes Melitus tipe 1 (DM tipe 1) dan Diabetes Melitus tipe 2 (DM tipe 2), karena memiliki penyebab yang berbeda, maka pengobatan kedua tipe diabetes tersebut juga berbeda.

1. Diabetes Melitus (DM) tipe 1 
Diabetes melitus tipe 1 terjadi karena naiknya kadar gula dalam darah yang disebabkan karena rusaknya sel-sel dalam pankreas sehingga tidak bisa memproduksi hormon insulin dengan baik. Hormon insulin berfungsi mengangkut glukosa ke dalam sel tubuh untuk menghasilkan energi.

Diabetes melitus tipe 1 bisa juga disebut sebagai penyakit autoimun, dimana sel-sel dalam pankreas dihancurkan oleh sistem kekebalan tubuh hingga tidak bisa memproduksi insulin sama sekali. Lebih dari 90% diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena autoimun dan beberapa disertai penyakit autoimun lainnya.

Penyebab autoimun tersebut belum diketahui secara pasti, namun faktor genetik, akibat infeksi, polusi, radiasi maupun efek konsumsi obat bisa jadi berperan dalam hal ini. Diabetes melitus tipe 1 biasanya menyerang pasien dengan usia dibawah 40 tahun bahkan anak-anak, tetapi bisa juga terjadi pada usia berapapun.

Pada umumnya diabetes melitus menyerang secara mendadak dengan gejala diabetes seperti sering buang air kecil atau urine (poliuria), sering haus (polidipsia), turunnya berat badan, gangguan penglihatan, letih dan lesu.

Penyakit diabtes melitus tipe 1 sangat sulit disembuhkan, namun bisa dikendalikan agar tidak menjadi lebih parah dan membahayakan jiwa, untuk mengontrol penyakit diabetes melitus tipe 1 diperlukan beberapa hal sebagai berikut,
  • Pemberian Insulin, Biasanya akan diberikan suntika insulin setiap hari.
  • Memeriksa Kadar Gula Darah, Untuk mengontrol kadar gula darah diperluka pemeriksaan kadar gula darah setiap hari, selain itu juga untuk mengetahui dosis insulin yang dibutuhkan
  • Mengatur Pola Makan, Pasien diabetes melitus tipe 1 harus mengontrol jumlah dan jenis makanan apa saja yang boleh masuk ke tubuh, selain itu juga memiliki jadwal makan yang teratur.
  • Olahraga Teratur, Untuk menurunkan kadar gula dan lemak diperlukan olahraga teratur, sehingga kadar kebutuhan insulin dapat ditekan. Jenis olahraga yang bisa dilakukan seperti renang, yoga maupun olahraga untuk melatih kekuatan otot.

2. Diabetes Melitus (DM) Tipe 2
Diabetes melitus tipe 2 terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah akibat dari sel-sel tubuh yang kurang peka terhadap insulin (resistensi insulin) dan juga oragn pankreas tidak bisa memproduksi insulin secara normal atau kurang.

Penderita diabetes tipe 2 di Indonesia cukup besar, data dari Federasi Diabtes International menyebutkan angka penderita diabtes tipe 2 di indonesia pada tahun 2015 mencapai 10 juta orang dengan rentang usia antara 20-79 tahun.

Kegemukan atau obesitas menjadi faktor resiko utama seseorang dapat terserang penyakit diabetes melitus tipe 2, sebuah penelitian menyebutkan bahwa orang dengan obesitas mempunyai resiko dua kali lebih besar terkena diabetes tipe 2 dibanding orang yang tidak obesitas.

Selain obesitas, faktor resiko diabetes tipe 2 lainya seperti kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik, faktor usia, faktor etnis dan diabetes gestisional juga berperan cukup besar dalam menciptakan penyakit diabetes melitus tipe 2.

Gejala penyakit diabetes melitus tipe 2 yang sering terjadi adalah sebagai berikut
  • Sering buang air kecil
  • sering merasa haus
  • sering lapar
  • Berat Bdan turun
  • Kelelahan
  • Luka yang sulit sembuh
  • Kaburnya penglihatan
Banyak penderita diabetes tipe 2 yang baru menyadarinya setelah parah dan terjadi komplikasi, hal itu bisa saja disebabkan karena kurangnya informasi tentang diabetes maupun gejala-gejala diabetes. Untuk mengetahui terkena diebetes atau tidak mulailah mengenali gejala-gejala diebetes dan lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin untuk mengetahui sedini mungkin bila terdapat penyakit pada tubuh.

Cara Mencegah Penyakit Diabetes Melitus


Diabtes melitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang semakin meningkat jumlah penderita setiap tahunnya, mungkin dulu sangat jarang ditemui orang dengan diabetes, tetapi sekarang sangat banyak, pergeseran pola penyakit ini disebabkan karena pola hidup yang tidak sehat dan tidak seimbang.

Berikut cara mencegah penyakit diabetes melitus

1. Mengontrol berat badan
Seperti dijelaskan diatas, obesitas atau kegemukan merupakan faktor resiko terbesar seseorang terkena diabetes, karena itu, menjaga berat badan normal menjadi sesuatu yang harus dilakukan. Cobalah untuk menghitung angka berat badan normal dan jadikan acuan untuk mengontrol berat badan Anda.

2. Olahraga rutin dan teratur
Olahraga yang rutin dan teratur sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh, ada banyak kalori yang terbakar sehingga resiko obesitas karena penumpukan lemak bisa dicegah, selain itu olahrga juga mampu meningkatkan jumlah reseptor pada didnding sel tempat melekatnya insulin dan dapat menurunkan kadar gula darah.

3. Hindari makanan tidak sehat dan manis
Makanan yang tidak sehat serta mengandung lemak jenuh dan kalori tinggi dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, selain itu makanan tidak sehat dan berlemak juga berpotensi menimbulkan obesitas, sehingga resiko terkena diabetes senakin tinggi.

Makanan maupun minuman manis dengan kadar gula tinggi juga dapat menyebabkan terkena diabtes, mulilah untuk mengurangi konsumsi gula. Mengontrol jumlah makanan yang masuk ke tubuh juga harus dilakukan, hindari makan dengan porsi yang sangat berlebihan.

4. Hindari stres dan cukup istirahat
Ketika stres, tubuh mengeluarkan hormon adrenalin dan kortisol yang berfungsi meningkatkan kadar gula darah, jika stres berlangsung secara terus menerus maka resiko terkena berbagai penyakit akan meningkat. Stres juga sangat berpengaruh dalam menciptakan obesitas, umumnya orang yang stres akan makan berlebih.

Selain itu, istirahat yang cukup juga harus dilakukan, seseorang yang kurang istirahat atau kuang tidur dapat menyebabkan metabolisme tubuh terganggu, sehingga resiko terkena berbagai penyakit seperti diabetes akan semakin tinggi.

5. Konsumsi buah dan sayur
Mengkonsumsi buah dan sayur dapat mengurangi resiko terkena diabetes, beberapa buah seperti apel dan buah berry terbukti dapat mencegah diabetes, kandungan anthocyanin dalam apel dapat memebantu menyeimbangakn kadar gula darah dalam tubuh.

Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, kembang kol dan sawi hijau juga sangat baik untuk kesehatan tubuh dan mencegah diabetes, kandungan kromium dalam brokoli mampu menekan terjadinya resistensi insulin penyebab diabetes tipe 2.

Penyakit diabetes melitus memang sangat sulit di sembuhkan, karena itu mencegah terkena diabetes melitus wajib dilakukan, mulailah untuk melaksanakan pola hidup sehat dan seimbang serta rutin olahraga.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut

2 comments

Utk mencegah dari ragam penyakit, memang harus kontrol pola hidup sehat
Termasuk dg olahraga

iya betul, dan jangan lupa cek kesehatan rutin


EmoticonEmoticon