1 Nov 2017

Sering Tremor Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya

Sering Tremor Bisa Jadi Gejala Penyakit Berbahaya dan Mematikan

Tangan gemetar dapat dirasakan setiap orang, tergantung kondisi tubuh dan psikis yang sedang dialaminya, kondisi ini umumnya disebut penyakit tremor. Gemetar yang disebabkan penyakit tremor sebenarnya terjadi pada seluruh bagian tubuh, namun tremor di bagian tangan yang paling jelas terasa.

Tremor adalah gerakan pada salah satu atau lebih bagian tubuh yang tidak dapat dikendalikan atau terjadi secara tidak sadar. Tremor mengakibatkan gemetar pada bagian tubuh karena otak tidak mampu mengontrol otot, biasanya tremor terjadi pada saat seseorang mengalami kondisi tertentu dan akan berhenti setelah beberapa saat.

Sebenarnya tremor pada salah satu bagian tubuh adalah hal yang lumrah, namun jika tremor sering terjadi tentu saja akan mengganggu aktivitas. Menurut spesialis saraf dr. Herianto Tjandradjadja, Sp.S. dari Eka Hospital BSD, dilansir dari femina, "Tremor bukanlah termasuk sebuah penyakit, tetapi suatu kondisi yang semua orang memilikinya, namun ada beberapa tremor terjadi karena suatu penyakit".

Pada umumnya tremor kerap menyerang orang berusia lanjut, hal ini wajar terjadi sebagai tanda penuaan alamiah dan menurunnya fungsi otak untuk mengontrol gerak tubuh. Tremor perlu diwaspadai jika sering terjadi pada orang berusia muda yang bisa saja merupakan gejala penyakit serius, seperti penyakit degeneratif atau gangguan fungsi saraf.

Jenis-Jenis Penyakit Penyebab Tremor

Beberapa jenis penyakit memiliki gejala gemetar tidak terkendali pada bagian tubuh atau menyebabkan tremor yang dapat menyerang seseorang pada usia berapapun, biasanya orang menyebut sebagai penyakit tremor.

1. Penyakit Tremor Esensial
Penyakit tremor esensial adalah gangguan sistem saraf yang menyebabkan gemetar pada bagian tubuh akibat komunikasi yang tidak normal antara titik-titik tertentu dari otak kecil, thalamus, dan batang otak. Penyakit tremor esensial paling sering menyebabkan tremor dibanding penyakit-penyakit sejenis lainnya, umumnya tremor dimulai dari tangan lalu berpindang ke lengan, kepala atau bagian tubuh lain.

Tremor yang disebabkan penyakit tremor esensial terjadi ketika tubuh sedang bergerak seperti misalnya sedang makan, memegang gelas, mencukur atau sedang menulis, dan tremor atau gematar akan berhenti setelah tubuh berhenti bergerak atau istirahat.

Penyebab dari penyakit tremor esensial masih belum diketahui secara pasti, tetapi umumnya penderita tremor esensial banyak dipengaruhi oleh faktor genetika, artinya jika salah satu orang tua memiliki riwayat penyakit tremor esensial, kemungkinan besar anak bisa memilikinya juga yang biasanya akan muncul setelah umur 35-40 tahun.

Gejala penyakit tremor esensial berkembang secara bertahap dan akan semakin buruk seiring bertambahnya usia. Selain itu, kondisi temperatur yang ekstrim, stres dan kelelahan juga bisa memperparah tremor esesial.

Cara mengobati penyakit tremor esensial biasanya akan diberi obat oral untuk mengurangi tingkat tremor dan akan dilanjutkan dengan operasi deep brain stimulation (DBS), yakni operasi dengan cara menanamkan elektroda atau chip pada daerah tertentu di dalam otak yang terhubung dengan baterai dibagian dada, fungsi elektroda tersebut memproduksi dopamin untuk meringankan gejala tremor.

Sebagai langkah pencegahan agar tidak sering terjadi tremor, penderita penyakit tremor esensial disarankan untuk menghindari stres, menjaga tingkat kelelahan dan menghindari kafein.

2. Penyakit Tremor Parkinson
Penderita penyakit tremor parkinson diperkirakan mencapai angka 10 juta orang di seluruh dunia, tercatat banyak tokoh dunia yang menderita parkinson, seperti Paus Yohanes paulus II, Robin williams hingga petinju legendaris Muhammad Ali.

Penyakit tremor parkinson pertama kali dipublikasikan oleh seorang dokter inggris yang memiliki nama James Parkinson, karena itu penyakit kerusakan otak ini dinamakan parkinson. Penyakit tremor parkinson terjadi karena adanya kerusakan sel di substansia nigra di dalam otak yang berperan memproduksi dopamin sebagai senyawa pengantar sinyal dalam otak dalam mengatur gerakan.

Gejala umum penyakit parkinson adanya tremor atau gemetar pada anggota tubuh, namun gejala awal parkinson biasanya tubuh terasa lemah dan pada beberapa tubuh tertentu terasa lebih kaku, selanjutnya tremor akan semakin parah menyebar ke bagian tubuh lain sehingga mengakibatkan pergerakan menjadi lambat dan kehilangan keseimbangan.

Diagnosa penyakit tremor parkinson umumnya mnggunakan metode TRAP sebagai acuan untuk mendiagnosa seseorang menderita parkinson. TRAP merupakan singkatan dari 4 gejala parkinson, yaitu Tremor (gemetar), Rigiditas (kaku), Akinesia (gerak lambat) dan Postural Impaired (postur tubuh), jadi jika hanya muncul salah satu gejala dari TRAP disebut mungkin parkinson, jika muncul dua gejala disebut sangat mungkin dan jika muncul tiga gejala atau lebih disebut definitif atau pasti parkinson.

Tremor parkinson bersifat resting tremor atau tremor akan muncul pada saat tubuh beristirahat, jadi tremor parkinson berkebalikan dengan tremor esensial. Untuk meringankan tremor parkinson bisa dilakukan operasi DBS untuk memproduksi dopamin dalam otak.

3. Multiple Sclerosis (MS)
Penyakit tremor multiple sclerosis atau disingkat MS terjadi karena adanya degenarsi saraf-saraf dari sistem saraf pusat seperti otak, mata dan sumsum tulang belakang sehingga terjadi gangguan keseimbangan, penglihatan, kendali otot hingga mengakibatkan cacat dan harus memakai kursi roda.

Salah satu gejala penyakit multiple sclerosis (MS) yaitu tremor yang umumnya terjadi di bagian kaki dan tangan pada saat bergerak maupun diam, tremor ini bisa semakin parah pada saat tangan atau kaki bergerak untuk melakukan sesuatu. Selain tremor pada kaki dan tangan, tremor juga bisa terjadi pada bola mata yang mengakibatkan gerakan mata terganggu.

Multiple sclerosis disebut juga penyakit autoimun, dimana sistem kekebalan tubuh menyerang mylen (mielin) sebagai selubung pelindung saraf hingga menyebabkan impuls saraf terganggu yang mengakibatkan fungsi tubuh berkurang.

Penyebab autoimun pada penyakit multiple sclerosis (MS) belum diketahui secara pasti, namun MS kemungkinan dipicu oleh beberapa faktor, seperti genetik, pengaruh infeksi virus epstein-barr (EBV), pengaruh autoimun tertentu (penyakit tiroid,diabetes tipe 1), zat-zat kimia dalam rokok dan kekurangan vitamin D.

Baca Juga : 4 Jenis Penyakit Kulit Berbahaya dan Mematikan

Selain tremor yang disebabkan 3 penyakit tremor diatas, beberapa tremor juga bisa terjadi karena beberapa sebab seperti respon terhadap obat, mengalami stres dan cemas, kekurangan vitamin B12, rendahnya gula darah dan tiroid terlalu aktif. Karena itu untuk memastikan penyebab tremor yang sedang dialami, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan optimal.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon