8 Des 2017

4 Penyebab Meningkatnya Wabah Difteri

4 Penyebab Meningkatnya Wabah Penyakit Difteri di Beberapa Provinsi Indonesia

Meningkatnya wabah penyakit difteri di 20 provinsi sangat mengkhawatirkan, bahkan 11 provinsi melaporkan kejadian luar biasa difteri dengan 32 kasus telah merenggut nyawa. Penyakit yang disebabkan infeksi bakteri Corynebacterium diphtheriae ini merupakan salah satu penyakit yang sering mewabah di Indonesia.

Selain di penghujung tahun 2017, wabah difteri juga pernah muncul pada tahun-tahun sebelumnya, namun kasus difteri di tahun 2017 termasuk besar dengan angka kematian yang cukup fantastis. Penyebab mudahnya penyakit difteri menjadi wabah di Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Berikut 4 penyebab meningkatnya wabah difteri pada penghujung tahun 2017 di Indonesia,

1. Tidak Pernah Imunisasi Difteri (DPT)
Penyakit difteri dapat dicegah dengan melakukan imunisasi DPT (Difteri Pertasus Tetanus) yakni dengan memberikan vaksin DPT sebagai anti bodi terhadap penyakit difteri, pertasus dan tetanus, namun sayangnya masih banyak anak di Indonesia yang mendapatkan imunisasi difteri, kondisi inilah yang menjadi penyebab utama meningkatnya wabah penyakit difteri di beberapa provinsi.

Imunisasi difteri / DPT merupakan salah satu imunisasi wajib bagi anak sejak berumur 2 bulan hingga 7 tahun, karena itu orang tua harus proaktif dalam program imunisasi yang dicanangkan pemerintah, mintalah petugas imunisasi untuk mencatat dalam KMS (kartu menuju sehat) setiap kali melakukan imunisasi agar lebih mudah memantau apa saja imunisasi yang sudah diberikan pada anak.

2. Imunisasi Difteri (DPT) Belum Lengkap
Imunisasi DPT dilakukan sebanyak 3 kali dan dilanjutkan 2 kali imunisasai DPT ulang atau booster, semuanya harus diberikan secara lengkap, rinciannya :
  • Umur 2 bulan imunisasi DPT 1
  • Umur 3 bulan imunisasi DPT 2
  • Umur 4 bulan imunisasi DPT 3
  • Imunisasi DPT ulang 1 diberikan satu tahun setelah imunisasai DPT 3
  • Imunisasi DPT ulang 2 diberikan saat anak berumur 5 tahun
Salah satu penyebab meningkatnya wabah penyakit disentri karena masih banyak anak yang tidak lengkap dalam menerima imunisasi DPT,  imunisasi DPT tidak bisa hanya diberikan satu atau dua kali saja, namun harus diberikan secara lengkap.

3. Imunisasi Difteri  Gagal 
Dalam beberapa kasus, penyakit difteri muncul pada anak yang telah melakukan imunisasai difteri / DPT lengkap, kasus tersebut kemungkinan disebabkan karena kualitas vaksin yang buruk atau rusak sebelum masuk dalam tubuh anak, cara penyimpanan yang tidak baik atau bahkan karena cara pemberiannya yang salah.

Meskipun kasus seperti ini kecil terjadi, namun imunisasi DPT yang gagal membentuk anti bodi bisa menjadi penyebab meningkatnya wabah difteri. Karena itu, untuk memastikan penyebab penyakit difteri pada anak yang sudah diberikan imunisasi DPT lengkap, pemerintah berusaha mengevaluasi dan menganalisa untuk mendapatkan solusi terbaik.

4. Penyakit Difteri Sangat Mudah Menular
Karena kurangnya informasi mengenai penyakit difteri, banyak dijumpai orang menanyakan apakah penyakit difteri menular atau tidak?, jawabannya penyakit difteri sangat mudah menular, apalgi pada anak atau bahkan orang dewasa yang tidak perbah tersentuh imunisasi difteri atau DPT.

Bakteri Corynebacterium diphtheriae penyebab difteri menular melaui udara saat penderita bersin atau batuk, bahkan resiko tertular bisa terjadi saat mengobrol dengan penderita difteri. Selain melalui bersin atau batuk, pebyakit difteri bisa juga menular melalui barang yang telah terkonaminasi bakteri penyebab difteri, seperti handuk atau mainan.

Karena begitu mudahnya penyakit difteri menular makan orang tua wajib memberikan imunisai DPT bagi anak agar mendapatkan vaksin difteri sebagai kekebalan tubuh terhadap serangan penyakit difteri.
Baca Juga: Cara Mencegah Penyakit Difteri dengan Imunisasi DPT

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon