29 Des 2017

5 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Wanita

5 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Wanita Agar Terhindar dari Penyakit Berbahaya

Mendeteksi dini adanya penyakit pada tubuh perlu dilakukan setiap orang termasuk wanita. Beberapa penyakit diketahui lebih rentan menyerang wanita, seperti kolesterol tinggi, diabetes, kanker payudara, kanker serviks hingga kaker rahim. Karena itu, setidaknya ada 5 tes kesehatan yang wajib dilakukan wanita agar terhindar dari berbagai penyakit kronis sejak dini.

Pada umumnya, masyarakat memiliki tingkat pengetahuan dan kesadaran yang rendah untuk melakukan tes kesehatan atau skrining, hal ini berdampak terhadap meningkatnya angka kematian wanita di Indonesia, kasus terbanyak disebabkan karena kanker serviks dan kanker payudara.

Sebenarnya pemerintah sering melakukan sosialisasi pada masyarakat khususnya wanita untuk melakukan skrining, namun kebanyakan wanita masih menganggap sepele akan bahaya berbagai penyakit. Selain itu, banyaknya tes kesehatan yang ada dirumah sakit sering membuat masyarakat bingung mana tes kesehatan yang perlu diprioritaskan.

Untuk menjaga kesehatan wanita dari berbagai penyakit berbahaya, berikut 5 pemeriksaan kesehatan yang perlu dilakukan dan diprioritaskan wanita.

1. Tes Tekanan Darah
Tes tekanan darah dilakukan untuk mengetahui adanya penyakit hipertensi pada wanita, tingginya tekanan darah menjadi faktor resiko timbulnya penyakit jantung, diabetes, ginjal hingga stroke. Pada umumnya penyakit hipertensi tidak memiliki gejala yang mudah diketahui, karena itu banyak wanita yang tidak menyadari jika menderita penyakit hipertensi.

Mengukur tekanan darah dapat dilakukan di rumah sakit, puskesmas, klinik kesehatan dan di beberapa apotik yang meyediakan layanan pemeriksaan tekanan darah. Umumnya tes tekanan darah menggunakan alat yang disebut sphygmomanometer dengan cara memompa maupun mengurangi tekanan pada manset dengan sistem non invasive.

Tekanan darah normal jika tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHG dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHG, jika tekanan darah sistolik 120-139 mmHG dan tekanan darah diastolik 80-90 mmHG itu disebut pra-hipertensi. Tekanan darah tinggi atau hipertensi terjadi jika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHG dan diastolik lebih dari 90 mmHG.

Banyak faktor yang menyebabkan naiknya tekanan darah, seperti stres dan pola makan yang tidak sehat, karena itu cek tekanan darah harus dilakukan secara rutin sebulan sekali agar penyakit hipertensi diketahui sejak dini.

2. Tes Kolesterol
Kolesterol tinggi dapat menyebabkan berbagai komplikasi penyakit berbahaya yang dapat mengancam jiwa, seperti penyakit jantung, Aterosklerosis dan stroke, kolesterol tinggi juga sangat berbahaya bagi wanita hamil. Penyebab kolesterol tinggi pada wanita umumnya karena sering mengkonsumsi makanan dengan lemak jenuh tinggi dalam jumlah banyak.

Gejala kolesterol tinggi biasanya berupa sering kesemutan, mual muntah, hilangnya keseimbangan, nyeri leher serta punggung, emosi tidak stabil, nyeri dada, sakit pada kaki serta tangan dan berbagai gejala lainnya. Selain itu lingkar pinggang dan indeks masa tubuh yang besar juga bisa menjadi ciri kolesterol tinggi.

Tes kolesterol biasanya dilakukan dengan cara tes darah untuk mengetahui kadar kolesterol yang terdapat dalam darah, kadar kolesterol normal bagi tubuh yakni 160-200 mg/dl, jika kadar kolesterol diatas 200 mg akan beresiko terkena kolesterol tinggi.

3. Tes Diabetes
Penyakit diabetes terjadi karena kadar gula darah sangat tinggi diatas batas normal, kadar gula darah normal sebelum makan yakni 70-130 mg/dl dan dua jam setelah makan kurang dari 180mg/dl. Pola makan yang tidak sehat serta kurang aktivitas menjadi faktor penyebab penyakit diabetes, dan pada wanita hamil resiko terkena diabtes semakin tinggi.

Untuk mengetahui apakah kadar gula darah berada pada batas normal atau diatas normal perlu dilakukan tes diabetes, biasanya dengan cara cek darah maupun cek urine yang dilakukan ahli medis. Sebaiknya cek diabetes dilakukan rutin setiap 3 bulan sekali.

4.Tes Kanker Serviks
Saat ini kanker serviks menjadi kanker pembunuh nomer satu pada wanita, ada banyak faktor penyebab kanker serviks yang dapat menyerang wanita, seperti perilaku seks beresiko, merokok, penggunaan pil KB, kelebihan berat badan serta riwayat keluarga.

Untuk mendeteksi adanya kanker serviks sejak dini perlu melakukan beberap tes, salah satunya pap smear yakni dengan mengambil struktur sel dari leher rahim untuk mengetahui adanya perubahan sel yang berindikasi kanker.

Tes pap smear cukup dilakukan setiap 2-3 tahun sekali, selain pap smear juga bisa melakukan tes HPV DNA, tes IVA, tes servikografi maupun tes kolposkopi.
Baca Juga: Cara Mencegah Kanker Serviks dengan 5 Langkah Tepat

5. Tes Kanker Payudara
Selain kanker serviks, kanker payudara juge menjadi penyebab kematian terbesar wanita. Karena itu, tes pemeriksaan payudara wajib dilakukan setiap wanita untuk mendeteksi dini adanya kanker payudara. Tes payudara dapat dilakukan dengan cara memeriksa payudara sendiri dan tes mammogram yang dapat dilakukan di rumah sakit maupun laboratorium kesehatan.

jika saat melakukan pemeriksaan payudara sendiri terdapat benjolan serta adanya perubahan warna areola dan puting, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Sedangkan tes mammogram dilakukan dengan teknik pemindaian gambar menggunakan sinar rontgen dosis rendah.

Sebenarnya melakukan tes kesehatan saja belum cukup untuk menghindari bahaya berbagai penyakit, yang perlu dilakukan yakni dengan menjalankan pola hidup sehat dan berimbang.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon