6 Des 2017

7 Cara Tepat Pencegahan Diare Pada Anak

7 Cara Tepat Pencegahan Diare Pada Anak Secara Efektif

Diare salah satu ancaman penyakit di musim hujan, mengetahui cara pencegahan diare pada anak merupakan langkah tepat untuk melindungi anak dari bahaya penyakit diare. Di Indonesia, penyakit diare menyumbang lebih dari 30 persen sebagai penyebab kematian bayi usia 11 bulan kebawah dan pada pada balita sekitar 25 persen.

Penyakit diare terbagi menjadi tiga jenis berdasarkan lamanya, diantaranya diare akut yang berlangsung kurang dari 2 minggu, diare persisten selama 2-4 minggu dan diare kronis yang dapat bertahan lebih dari 1 bulan.

Umumnya diare yang menyerang anak-anak merupakan diare akut karena adanya infeksi bakteri, virus maupun parasit, namun jika tidak segera ditangani bisa menjadi diare kronis yang dapat mengancam jiwa anak. Selain disebabkan infeksi mikroorganisme, penyebab diare juga bisa karena efek samping obat tertentu, keracunan, alergi, gangguan penyerapan serta penyebab lainnya.

Virus Rotavirus serta bakteri E.coli dan Salmonella sebagai penyebab utama diare pada anak akan meningkat penyebaranya saat musim hujan, apalagi jika terjadi banjir yang dapat membawa kotoran dan mencemari lingkungan. Seringkali mikroorganisme tersebut masuk ke dalam tubuh secara tidak disadari melalui tangan yang kotor, makanan terkontaminasi maupun makanan yang dimasak tidak benar.
Baca Juga: 7 Ancaman Penyakit yang Perlu di Waspadai di Musim Hujan
Penyakit diare pada anak dapat dihindari dengan melakukan langkah-langkah pencegahan diare secara tepat dan efektif. Berikut 7 cara pencegahan diare pada anak yang perlu dilakukan orang tua agar anak terhindar dari ancaman kematian akibat penyakit diare.

1. Pemberian ASI Eksklusif
Bayi yang mengalami diare atau mencret memiliki resiko komplikasi lebih besar dibanding anak usia 4 tahun keatas maupun orang dewasa, upaya pencegahan diare yang paling efektif bagi bayi yakni dengan pemberian ASI (air susu ibu) eksklusif selama 6 bulan pertama usia bayi.

ASI ekslusif yaitu hanya memberikan ASI selama 6 bulan tanpa tambahan makanan lain termasuk  susu formula dan air putih. ASI ekslusif bermanfaat menambah bakteri baik (flora normal) pada usus dan menambah daya tahan tubuh anak terhadap berbagai infeksi serta mengurangi resiko alergi.

2. Makanan Pendamping yang Bergizi
Saat anak atau bayi masuk usia 6 bulan perlu diperkenalkan makanan padat sebagai makanan pendamping ASI (MPASI), pemberian makanan pendamping ASI harus dilakukan secara bertahap sesuai umur dari makanan lunak sampai makanan utuh.

Makanan padat yang akan diberikan pada bayi harus diperhatikan nilai gizi serta kebersihannya untuk menghindari penyakit diare akibat infeksi bakteri yang menempel pada makanan, masak makanan padat secara higienis serta jangan pernah memberi makanan padat setengah matang.

3. Menggunakan Air Bersih
Penyebaran mikroorganisme penyebab diare yang paling sering melalui air, karena itu penggunaan air bersih dalam mengolah makanan, mencuci tangan, mencuci peralatan masak, mencuci pakaian bahkan sebagai air minum dapat mencegah penyakit diare pada anak.

Cucilah botol susu maupun peralatan makan bayi atau anak dengan cara yang tepat, usahakan cuci tangan deengan sabun sebelum menyentuh peralatan makan bayi, lalu cuci perlatan bayi dengan air bersih dan rendam dalam air mendidih selam 5 menit agar terbebas dari menempelnya bakteri penyebab diare.

4. Cuci Tangan Pakai Sabun
Bakteri atau virus penyebab diare paling sering mudah masuk melalui tangan, umumnya anak-anak tidak menyadari jika setelah bermain tangannya kotor penuh bakteri, sehingga anak-anak cenderung mudah terkena penyakit diare.

Sebagai orang tua wajib mengarahkan anak-anak untuk mencuci tangan dengan sabun terutama sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah buang air, setelah bermain dan setelah beraktivitas diluar rumah.
Baca Juga: Cara Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) agar Bebas Kuman
5. Menggunakan Toilet Bersih
Sanitasi dan kebersihan lingkungan sangat penting untuk mengurangi resiko penyebaran penyakit diare, gunakanlah selalu jamban atau toilet yang bersih setiap kali buang air besar maupun kecil, siram atau bersihkan toilet setelah digunakan maupun rutin setiap beberapa hari sekali.

6. Menjaga Kebersihan Dapur
Dapur yang kotor berpotensi mengkontaminasi makanan yang dapat menyebabkan diare pada anak, untuk pemcegahan diare pada anak, jagalah selalu kebersihan dapur dan biasakan masak dengan bahan makanan segar dengan cara pengolahan makanan yang benar, buang makanan yang basi atau sudah kadaluwarsa.

7. Imunisasi Diare
Cara pencegahan diare pada anak yang tidak kalah penting yaitu pemberian imunisasi diare atau pemberian vaksin rotavirus, vaksin ini akan melindungi anak dari ancaman berbagi penyakit termasuk penyakit diare yang dapat mengakibatkan kematian. Ikatan dokter anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian vaksin rotavirus untuk mencegah penyakit diare.

Vaksin rotavirus diberikan pada bayi usia 7 minggu hingga 8 bulan dengan cara diberikan melaui mulut, tidak dengan cara disuntik, bayi usia dibawah 6 minggu dan diatas 8 bulan tidak boleh menerima vaksin rotavirus karena dpat menyebabkan deman dan alergi. Konsultasikan pada dokter untuk mengetahui cara pemebrian vaksin rotavirus.

Mengingat tingginya angka kejadian diare pada anak di Indonesia, maka langkah pencegahan diare pada anak harus dilakukan orang tua demi melindungi buah hati dari resiko berbahaya penyakit diare.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon