18 Des 2017

Cara Mencegah Kanker Serviks dengan 5 Langkah Tepat

Cara Mencegah Kanker Serviks Sejak Dini dengan 5 Langkah Tepat

Kanker serviks masih menjadi penyakit paling mematikan bagi wanita dengan jumlah penderita selalu meningkat setiap tahun, terdapat 21,7 juta pengidap kanker serviks di tahun 2017 atau terjadi peningkatan 3,9 persen dibanding tahun sebelumnya. Namun demikian, pengetahuan mengenai cara mencegah kanker serviks masih sangat rendah.

WHO (organisasi kesehatan dunia) memprediksi akan tejadi peningkatan penderita kanker serviks di Indonesia hingga 7 kali lipat, perkiraan tersebut tidak berlebihan mengingat jumlah penderita kanker serviks yang meningkat tajam dalam beberapa tahun. Salah satu penyebabnya kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan bahaya dan penyebab kanker serviks, sehingga upaya dan langkah pencegahan kanker serviks sejak dini tidak dilakukan.

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang leher rahim wanita dimana terdapat perubahan DNA atau mutasi genetik dari sel-sel sehat menjadi sel-sel abnormal dengan pola perkembangan yang tidak terkendali. Pada perkembangan selanjutnya, saat sel-sel kanker semakin berkembang akan membentuk tumor dan terjadi metastasis atau menyebar ke organ tubuh lain hingga berujung kematian.

Faktor Resiko Penyebab Kanker Serviks Pada Wanita


Kasus kanker serviks paling sering ditemukan pada wanita pada rentang umur yang secara seksual masih aktif, namun tidak menutup kemungkinan usia remaja dan wanita menopause dapat terkena kanker serviks. Secara umumnya penyebab kanker serviks cepat menyebar karena gaya hidup tidak sehat dan beberapa faktor resiko lainnya.

Kanker serviks disebabkan karena adanya infeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) pada saluran reproduksi, terdapat lebih dari 100 jenis virus HPV yang 15 virus diantaranya berpotensi menyebabkan kanker serviks, secara umum ada dua jenis virus yang paling sering ditemukan sebagai penyebab kanker serviks pada wanita, yakni HPV 16 dan HPV 18.

Resiko tertularnya virus HPV pada wanita disebabkan karena beberapa faktor, berikut beberapa faktor resiko tertularnya virus HPV pada wanita yang sering diabaikan.

1. Perilaku Seks Beresiko
Virus HPV sangat mudah menyebar melalui hubungan seksual, terutama pada perilaku seksual menyimpang, ditemukan hampir 100 persen virus HPV ditularkan melaui hubungan seksual. Virus HPV meyebar melaui kontak langsung antara kulit kelamin, membrane mukosa, dan pertukaran cairan tubuh seperti pada perilaku sek oral.

Beberapa jenis perilaku seks yang beresiko besar menyebabkan kanker serviks atau infeksi virus HVP seperti seks sebelum usia 18, sering gonta ganti pasangan, dan melakukan hubungan dengan pria yang pernah melakukan atau memiliki banyak pasangan.

2. Merokok Aktif dan Pasif
Wanita yang merokok sangat beresiko terkena infeksi virus HPV atau kanker serviks, resiko tersebut juga berlaku bagi wanita perokok pasif. Asap rokok dapat meningkatkan resiko terkena kaker serviks hingga 50 persen, angka tersebut dibuktikan dengan temuan 200 kasus kanker serviks pada tahun 2010 yang disebabkan karena merokok.

Asap rokok menyebabkan sel kanker serviks skuamosa cepat berkembang, terdapat zat kimia benzyrene dalam asap rokok yang dapat menyebabkan rusaknya sel langerhans pada lapisan leher rahim, akibatny sel langerhans yang seharusnya berperan melawan penyakit menjadi tidak berfungsi karena tercampur dengan zat kimia benzyrene.

3. Sistem Kekebalan Tubuh Lemah

Wanita yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah juga berpotensi besar terkena kanker serviks, seperti pada wanita yang mengkonsumsi jenis obat imunosupresan serta penggunaan kortikosteroid dalam jangka waktu lama.

4. Banyak Riwayat Melahirkan
Saat hamil terjadi perubahan hormon yang dapat menyebabkan leher rahim rentan terinfeksi virus HPV, karena itu semakin banyak riwayat melahirkan akan semakin besar resiko terkena kanker serviks.

5. Riwayat Keluarga / Keturunan
Faktor keturunan menjadi salah satu penyebab kanker serviks pada wanita, seseorang yang memiliki riwayat keluarga pengidap kanker serviks beresiko terkena kanker serviks, apalagi jika didukung dengan faktor pemicu kanker serviks lainnya, seperti merokok atau perilaku seks menyimpang tentu resiko terkena kanker serviks semakin besar.

Selain ke lima faktor resiko diatas, penyebab kanker serviks juga bisa karena pembalut wanita, menurut yayasan lembaga konsumen indonesia (YLKI) terdapat pembalut mengandung klorin yang dapat menyebabkan iritasi hingga kanker pada organ reproduksi wanita.

Gejala Dini Kanker Serviks Pada Wanita


Pada umumnya kanker serviks pada tahap awal tidak menunjukan gejala yang mudah diketahui, seringkali pada gejala tersebut akan muncul saat kanker serviks sudah memasuki stadium akhir. Namun, gejala kanker serviks pada tahap awal yang paling mudah diketahui yakni tejadi pendarahan atau keluar darah setelah melakukan hubungan seksual pada wanita yang tidak sedang menstruasi maupun wanita menopause.

Gejala kanker serviks lainnya bisa saja muncul pada kanker serviks stadium awal seperti keluarnya cairan dengan bau aneh dan berawarna merah muda, coklat atau bercampur darah, terasa sakit pada organ intim saatmelakukan hubungan seksual, terjadi perubahan siklus menstruasi tanpa sebab.

Saat ditemukan salah satu atau beberapa gejala kanker serviks diatas, segera lakukan tes pap smear untuk memeriksa tanda-tandap kanker serviks lebih akurat dan lakukan upaya pencegahan kanker serviks sedini mungkin.

5 Langkah Pencegahan Kanker Serviks Sejak Dini


Cara mencegah kanker serviks pada wanita sebenarnya sangat mudah dilakukan jika memiliki kesadaran dan pengetahuan mengenai bahaya kanker serviks, kebanyakan wanita tidak mau melakukan upaya pencegahan kanker serviks karena merasa tidak memiliki resiko terkena kanker serviks. Faktanya setiap wanita memiliki resiko terkena kanker serviks dan bisa saja baru menyadarinya setelah terkena kanker serviks stadium akhir.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker serviks

1.Lakukan Tes Penyaringan Kanker Serviks

Wanita dengan rentang usia 30-50 tahun dan sudah pernah melakukan hubungan seksual sangat dianjurkan untuk melakukan tes penyaringan untuk mendeteksi adanya kanker serviks, tes penyaringan dilakukan paling sedikit 5 tahun sekali dan bila perlu lakukan setiap 3 tahun sekali.

Tes penyaringan untuk mendeteksi kanker serviks sejak dini diantaranya
  • Tes HPV DNA, yaitu pemeriksaan molekuler menggunakan metoda hybrid capture II untuk mendeteksi adanya DNA-HPV, hasil tes HPV umumnya lebih akurat dari tes lainnya, karena itu bisa dilakukan setiap 5 tahun sekali.
  • Tes Pap Smear, yaitu tes pemeriksaan struktur sel yang diambil dari leher rahim untuk mengetahui adanya perubahan sel yang berindikasi terjadi kanker, sebaiknya lakukan tes setiap 3 tahun sekali.
  • Tes IVA, yaitu pemeriksaan dengan mata telanjang pada seluruh permukaan leher rahim dengan menggunakan asam asetat untk mengetahui adanya sel-sel kanker.
  • Servikografi, yaitu Pemeriksaan leher rahim dengan cara mengambil gambar permukaan leher rahim menggunakan kamera khusus, umumnya tes ini dilakukan sebagai tambahan tes IVA agar lebih akurat.
  • Kolposkopi, yaitu metode pemeriksaan leher rahim dengan menggunakan alat kolposkop untuk melihat kondisi dalam vagina hingga leher rahim, tes ini biasanya dilakukan setelah hasil tes pap smear kurang baik.

2. Hindari Perilaku Seksual Beresiko

Cara paling aman menghindari infeksi virus HPV yakni dengan tidak melakukan hubungan seksual beresiko, seperti sering berganti pasangan, hubungan seksual dibawah umur maupun perilaku seksual menyimpang lainnya. Setia pada satu pasangan kunci untuk menghindari berbagai penyakit berbahaya termasuk kanker serviks.

3. Menghindari Asap Rokok
Berhenti merokok dan menghindaripaparan asap rokok dapat mencegah kanker serviks pada wanita, usahakan tidak ada asap rokok dalam rumah maupun lingkungan keluarga, karena perokok pasif resiko terkena kanker serviks sama besarnya dengan perokok aktif.

4. Pola Makan Sehat Seimbang dan Olahraga
Selalu mengkonsumsi makanan bergizi seimbang dan banyak mengandung vitami C, A dan Asam folat akan meningkatkan daya tahan tubuh, sehingga serangan virus HPV dapat dilawan dengan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, pola makan sehat berimbang dan olahraga akan mencegah wanita mengalami kelebihan berat badan, dimana wanita dengan obesitas lebih cenderung mudah terkena adenokarsinoma serviks.

5. Suntik Vaksin HPV

Pemberian vaksin HPV dapat dilakukan sejak berusia 11 tahun sebagai langkah pencegahan dini dari infeksi virus HPV penyebab penyakit kanker serviks, selain deiberikan pada anak perempuan, vaksin HPV juga diberikan pada anak laki-laki agar dikemudian hari tidak dapat menurunkan risiko penularan strain virus HPV.

Pemberian vaksin HPV dilakukan sebanyak 3 kali dalam rentang waktu 6 bulan, kemudian 1-2 bulan setelah vaksin HPV pertama akan diberikan vaksin HPV kedua, dan vaksin HPV ketiga diberikan setelah 6 bulan vaksin HPV pertama.
Baca Juga: 5 Buah Ini Ampuh untuk Mencegah Kanker Sejak Dini

Dengan menerapkan ke 5 langkah cara mencegah kanker serviks pada diri sendiri dan keluarga merupakan kunci agar terhindar dari penyakit kanker serviks dan penyakit mematikan lainnya.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon