10 Des 2017

5 Cara Mengatasi Diare Pada Anak dengan Tepat

5 Langkah Cara Mengatasi Diare Pada Anak dengan Tepat Sesuai WHO

Diare pada anak sering membuat orang tua menjadi panik, karena itu, mengetahui cara mengatasi diare pada anak secara tepat dapat membantu orang tua memberikan pertolongan pertama jika anak terkena diare agar tidak terjadi efek yang membahayakan akibat dehidrasi.

Penyakit diare menjadi salah satu penyakit yang sering menyerang anak atau bayi, terutama pada anak usia dibawah 2 tahun yang bisa mengalami diare dua hingga tiga kali setiap tahunnya. Pada umumnya diare pada anak lebih banyak jenis diare akut, sekira 85% kasus diare pada anak adalah diare akut.

Pada artikel sebelumnya, 7 Cara Tepat Pencegahan Diare Pada Anak dijelaskan bahwa berdasarkan lamanya, diare dibagi menjadi 3 jenis, yakni:
  • Diare akut yang berlangsung kurang dari 2 minggu
  • Diare persisten berlangsung 2-4 minggu
  • Diare kronis berlangsung lebih dari 4 minggu
Pada dasarnya, diare akut termasuk salah satu penyakit yang dapat sembuh dengan sendirinya (self-limited disease), namun membiarkan anak saat mengalami diare juga tidak tepat dan dapat berpotensi menjadi diare persisten maupun diare kronis.

Salah satu bahaya diare pada anak yaitu terjadi dehidrasi, dilaporkan angka kematian dari 1000 anak terdapat 8 kematian akibat dehidrasi karena diare. Di Indonesia, penyakit diare menjadi penyakit yang sering terjadi pada anak-anak karena sanitasi dan kebersihan lingkungan yang buruk.

Menurut data WHO (world health organization) pada tahun 2013, Indonesia menempati peringkat ke 11 sebagai negara yang memiliki angka kematian tertinggi akibat penyakit diare.



Dari data WHO tahun 2013 diatas, setidaknya bisa menjadi motivasi untuk mencegah penyakit diare yang dapat menyebabkan kematian. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kebersihan dan menilai pola buang air besar anak setiap hari.

Penyebab Diare Pada Anak Secara Umum


Diare adalah penyakit yang ditandai dengan encernya tinja atau feses dengan tingkat kejadian sebanyak 3 kali dalam 24 jam, penyebab diare pada anak yang paling sering sekira 90% karena infeksi virus, bakteri dan parasit, selain itu bisa disebabkan karena keracunan makanan, gangguan penyerapan, alergi maupun efek dari obat-obatan tertentu.

Mikroorganisme penyebab diare diantaranya virus rotavirus dan Norovirus, bakteri E.coli dan Salmonella, pada umummnya diare pada anak disebabkan Rotavirus sebagai penyebab diare berair dan mengakibatkan dehidrasi.

Virus Rotavirus dan Norovirus serta bakteri E.coli dan Salmonella menyebar melalui kotoran yang terinfeksi dan melalui benda-benda yang terkontaminasi, lingkungan yang kotor dan sanitasi yang buruk seringkali menjadi pemicu terjadinya diare pada anak.

5 Langkah Mengatasi Diare Pada Anak Sesuai Pedoman WHO


Diare pada anak harus diatasi dengan cara yang tepat agar tidak menimbulkan efek yang lebih parah dan mengancam jiwa anak, WHO sebagai organisasi kesehatan dunia memiliki pedoman untuk mengatasi diare pada anak dengan cara yang disebut 5 langkah mengatasi diare.

1. Berikan Oralit
Saat anak pertama kali terserang diare, langkah pertama yang harus dilakukan yaitu memberikan Oralit sampai gejala diare berhenti, oralit merupakan cairan gula dan elektrolit yang mengandung natrium klorida, kalium klorida, glukosa anhidrat dan natrium.

Saat anak mengalami diare, selain banyak cairan yang keluar bersama feses, terdapat juga garam tubuh yang ikut terbuang bersama cairan tersebut, akibatnya tubuh akan mengalami dehidrasi serta gangguan pada beberapa organ lainnya. Karena itu, oralit diberikan dalam mengatasi diare pada anak sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang agar tidak terjadi dehidrasi.

Oralit dapat dengan mudah diperoleh di apotik, puskesmas maupun toko obat lainnya, terdapat dua bentuk oralit yang ada dipasaran, yakni oralit siap aji dan oralit yang berbentuk bubuk. Oralit terbukti sangat efektif sebagai langkah awal cara mengatasi diare pada anak.

2. Berikan Tablet Zinc Selama 10 Hari Berturut-turut
Zinc merupakan zat gizi mikro yang ada adalm tubuh untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan anak, zinc yang terdapat dalam tubuh anak akan ikut terbuat saat anak mengalami diare, akibatnya proses penyembuhan diare semakin sulit.

Pemberian tablet zinc dalam mengatasi diare pada anak merupakan langkah yang tepat, karena sistem kekebalan tubuh sangat memerlukan zinc agar dapat bekerja lebih optimal. Tablet zinc diberikan selama 10 hari berturut-turut meskipun diare sudah berhenti, tujuannya agar sistem kekebalan tubuh anak meningkat sehingga tidak lagi terserang penyakit diare.

3. Teruskan pemberian ASI dan Makan
Langkah ke tiga sebagai cara mengatasi diare pada anak yakni dengan terus memberikan ASI dan makanan pada anak, beberapa orang tua menghentikan pemberian ASI pada anaknya karena khawatir menyebabkan diare pada anak, namun faktanya ASI dapat membantu mencegah diare pada anak.

Selain ASI, memberikan makanan yang banyak mengandung zat gizi dan air dapat membantu mencegah dehidrasi pada anak akibat diare, contohnya seperti sup, sereal, buah-buahan dan sayur-sayuran. Untuk mencegah diare menjadi bertambah parah sebaiknya hindari pemberian makanan yang mengandung pemanis buatan, makanan berlemak, minuman bersoda.

4. Berikan Antibiotik Secara Selektif
Pemberian antibiotik dapat dilakukan sebagai cara mengatasi diare pada anak, namun dalam memberikan antibiotik harus selektif atau tidak sembarangan, karena ada antibiotikyang malah dapat menyebabkan diare pada anak.

Pemberian antibiotik bertujuan untuk membunuh bakteri penyebab diare pada anak atau dalam istilah medis disebut antibiotic associated diarrhea, karena itu sebaiknya konsultasikan ke dokter sebelum memberikan antibiotik pada anak.

5. Berikan Nasehat pada Ibu atau Keluarga 
Langkah terakhir dalam mengatasi diare pada anak yakni dengan memberikan nasehat pada ibu dan keluarga, nasehat ini biasanya dilakukan oleh praktisi medis, seperti dokter, perawat maupun bidan agar ibu maupun keluarga selalu menjaga kesehatan anak.

Nasehat ini meliputi cara mencegah dan mengatasi diare pada anak yakni dengan menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi, cara pembuatan dan pemberian oralit serta informasi lain seputar diare pada anak.

Kelima langkah diatas merupakan cara tepat mengatasi diare pada anak sesuai rekomendasi WHO dan telah disetujui DinKes serta ikatan dokter anak indonesia (IDAI). Cara menyembuhkan diare pada anak ternyata lebih mudah dari yang dibayangkan, karena itu orang tua tidak perlu panik dan segera konsultasikan ke dokter jika diare tidak kunjung reda.

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon