1 Des 2017

Hari Disabilitas Internasional: Menumbuhkan Percaya Diri Penyandang Disabilitas

Hari Disabilitas Internasional: Menumbuhkan Rasa Percaya Diri Penyandang Disabilitas

Memupuk rasa percaya diri penyandang disabilitas merupakan salah satu persoalan penting yang perlu dikaji pada momen hari disabilitas internasional, rasa percaya diri pada penyandang disabilitas sangat berkaitan erat dengan upaya membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan sesuai dengan tema hari disabilitas internasional 2017.

Penyandang disabilitas pada umumnya tidak terlihat di masyarakat dan cenderung membatasi diri untuk berinteraksi dengan lingkungan masyarakat sekitar, kondisi ini disebabkan rasa rendah diri penyandang disabilitas karena keterbatasan fisik dan ditambah fasilitas umum yang tidak ramah bagi difabel, sehingga ruang gerak penyandang disabilitas semakin terbatas.

Mengutip dari academia.edu, secara umum ada 3 kendala yang dihadapi penyandang disabilitas sehingga proses interaksi dan penyesuaian diri dalam bermasyarakat semakin sulit.

1. Kendala Lingkungan Fisik
kendala lingkungan fisik ini meliputi minimnya ketersediaan dan kelayakan fasilitas umum yang ramah bagi penyandang disabilitas / penyandang cacat, kondisi ini menjadi penghambat ruang gerak penyandang disabilitas untuk menuju ke ruang publik untuk bermasyarakat.

2. Kendala Teknologi
Perkembangan teknologi yang sangat pesat diikuti dengan pergeseran pola komunikasi masyarakat dalam bermasyarakat, jika sebelumnya proses interaksi manusia harus dilakukan dengan bertemu secara langsung, kini bisa dan sering dilakukan tanpa harus bertemu dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi seperti telepon dan internet.

Kondisi ini sangat sulit dilakukan oleh penyandang disabilitas pendengaran dan penglihatan, sehingga kegiatan bermasyarakat terhambat karean kesulitan melakukan komunikasi.

3. Kendala Sosial
Kendala sosial sangat berkaitan dengan sikap dan tindakan masyarakat dalam memandang orang-orang yang mengalami disabilitas, penyandang disabilitas dianggap tidak memiliki kemampuan apapun dan hanya perlu dikasihani, selain itu perlakuan diskriminatif juga masih kerap terjadi.

Jika ketiga kendala ini dibiarkan tanpa ada solusi yang berarti akan membuat penyandang disabilitas mengalami putus harapan hingga memandang diri sangat rendah, akibatnya akan menghambat tujuan tema hari disabilitas internasional 2017, yakni transformasi menuju masyarakat yang berkelanjutan dan tangguh untuk semua.

Percaya Diri Penyandang Disabilitas Modal Menuju Masyarakat Lestari dan Tangguh


Membangun masyarakat yang tangguh dan berkelanjutan bisa dicapai dengan melibatkan peran semua lapisan masyarakat, baik penyandang disabilitas itu sendiri maupun masyarakat umum lainnya termasuk pemerintah.

UU Nomor 8 Tahun 2016 menjamin hak dan martabat orang difabel dalam semua aspek kehidupan. Karena itu, seluruh masyarakat termasuk pemerintah harus sadar dan patuh dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas, seperti meyediakan fasilitas umum ramah difabel serta menghormati dan menerima kekurangan penyandang disabilitas.

Jika peran masyarakat umum dan pemerintah telah terpenuhi, selanjutnya dibutuhkan peran penyandang disabilitas itu sendiri untuk bersedia membaur dan berinteraksi dengan masyarakat lainnya. Namun, persoalannya masih banyak penyandang disabilitas yang kurang memiliki rasa percaya diri.

Menumbuhkan rasa percaya diri penyandang disabilitas bukan perkara yang mudah, terutama jika sudah terlanjur putus asa dan memandang diri sebagai orang yang lemah. Namun, dengan peran semua pihak dalam usaha merangsang dan menumbuhkan rasa percaya pada diri sendiri akan lebih mudah.

Salah satu metode menumbuhkan rasa percaya diri bagi penyandang disabilitas yakni dengan konsep diri yang meliputi pemahaman diri, penilaian positif dan penghargaan bagi diri sendiri.

Orang yang memiliki rasa percaya diri tentu sadar akan kondisi dirinya, tidak terus menerus meratapi diri sendiri namun secara teratur memikirkan perasaan, pikiran dan perilaku, selain itu juga memiliki rasa ingin tahu penilaian orang lain terhadap dirinya.

Jika pemahaman diri secara objektif telah dilakukan, maka akan mengerti akan kelebihan dan kekurangannya serta memiliki sikap positif dalam menanggapi kelebihan dan kekurangan pada dirinya, sehingga rasa percaya diri akan terbentuk.

Menempatkan hak-hak penyandang disabilitas sejajar dengan masyarakat umum lainnya serta didukung rasa percaya diri penyandang disablitas akan mensukseskan cita-cita peringatan hari disabilitas internasional 2017.
Baca Juga: Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2017 Menuju Masyarakat Inklusif

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon