3 Des 2017

7 Ancaman Penyakit yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan

7 Resiko Ancaman Penyakit Berbahaya yang Perlu Diwaspadai Saat Musim Hujan

Berbagai ancaman penyakit biasanya akan menyerang di musim hujan, apalagi jika daya tahan tubuh lemah tentu akan lebih mudah sakit, karena itu pada musim hujan biasanya orang akan lebih sering mengkonsumsi suplemen vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

Musim hujan memang sangat rentan mendatangkan berbagai ancaman penyakit, terutama pada anak-anak yang sangat suka bermain saat hujan datang. Beberapa orang lebih memilih beraktifitas dirumah saat musim hujan datang, padahal terlalu sering beraktifitas dalam ruangan akan lebih rentan terserang virus.

Penyebab Tubuh Mudah Sakit di Musim Hujan 


Hujan memang karunia tuhan bagi manusia, namun jika tidak bisa menjaga kesehatan justru bisa mendatangkan penyakit, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor. Berikut beberapa penyebab tubuh mudah sakit pada musim hujan yang dikutip dari holisticare.

1. Perubahan Suhu
Saat musim hujan datang terjadi perubahan suhu yang menyebabkan mikroorganisme berkembang lebih cepat, sehingga potensi menginfeksi tubuh semakin besar. Selain itu, daya tahan tubuh sangat mudah menurun karena sistem kekebalan tubuh bekerja lebih keras untuk menyesuaikan suhu tubuh yang berubah-ubah, misalkan siang panas lalu sore hari hujan.

2. Virus Bertahan di Udara Dingin
Sebuah hasil penelitian dalam jurnal Plos Phatogens menyebutkan bahwa virus influenza akan lebih bertahan dan berkembang di udara dingin dan lembab, karena itu pada musim hujan resiko terserang penyakit flu akan meningkat.

3. Sering Beraktifitas dalam Ruangan
Saat musim hujan, orang akan cenderung malas beraktifitas diluar rumah dan sering berada dalam ruangan tertutup, kondisi tersebut justru penyebab tubuh terserang penyakit karena virus lebih mudah menyebar didalam ruangan tertutup.

4. Kurang Terpapar Sinar Matahari
Sinar matahari memiliki manfaat yang luar biasa bagi kesehatan tubuh, diantaranya meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat membunuh bakteri serta jamur. Saat musim hujan tubuh cenderung kurang mendapatkan paparan sinar matahari, sehingga tubuh sangat rentan terkena penyakit.

5. Banyak Kuman dalam Air Hujan
Sebuah studi yang dilakukan oleh Evans CA terhadap air hujan, mengungkapkan bahwa terdapat 1.362 bakteri dalam air hujan, salah satunya jenis bakteri Coliform yang berasal dari feses atau kotoran. Bakteri-bakteri dalam air hujan tersebut sangat berpotensi mendatangkan berbagai penyakit bagi tubuh.

Penyakit yang Mudah Menyerang Pada Musim Hujan


Cepatnya perkembangan dan penyebaran mikroorganisme saat musim hujan mengakibatkan tingginya resiko serangan penyakit, setidaknya ada 7 penyakit yang mudah menyerang saat musim hujan tiba.

Berikut 7 bahaya ancaman penyakit yang harus diwaspadai saat musim hujan tiba,

1. Flu
Penyakit flu merupakan penyakit yang paling sering menyerang saat musim hujan, umumnya terjadi karena daya tahan tubuh lemah serta cepatnya perkembangan virus influenza saat musim hujan. Virus influenza menular melalui butiran air liur yang menyebar melalui udara saat penderita flu bersin maupun batuk, selain itu juga lewat benda-benda yang telah terkontaminasi virus influenza.

Gejala penyakit flu akan terasa satu hingga tiga hari setelah terinfeksi virus, biasanya tubuh akan mengalami demam, bersin-bersin, hidung beringus serta tersumbat, sakit kepala, batuk, pegal-pegal dan sakit tenggorokan.

2. Pilek 
Beberapa orang beranggapan pilek sama dengan flu, faktanya kedua penyakit tersebut memiliki penyebab yang berbeda, penyakit flu disebabkan virus influenza sedangkan pilek disebakan oleh beberapa virus, diantaranya virus human rhinovirus, coronavirus, adenovirus, human parainfluenza, dan respiratory syncytial.

Selain daya tahab tubuh lemah, udara dingin saat musim hujan menjadi faktor meningkatnya resiko penyakit pilek, proses penularan penyakit pilek sama dengan penyakit flu yakni melalui udara dan permukaan benda yang terkontaminasi virus. Gejala penyakit pilek biasanya hidung beringus serta tersumbat, bersin-bersin, batuk, pernafasan tidak lancar, suara serak hingga sakit kepala.

3. Diare
Penyakit diare biasanya meningkat saat musim hujan, penyebabnya karena air maupun makanan terkontaminasi bakteri yang terbawa air hujan, terlebih saat banjir datang sangat rentan membawa berbagai macam mikroorganisme penyebab penyakit.

Diare terjadi karena adanya infeksi pada usus yang disebabkan bakteri, parasit dan virus (norovirus dan rotavirus), gejalanya berupa sakit perut dan feses encer.

4. Tifus (tipes)
Tifus atau tipes disebabkan bakteri Salmonella typhi yang menyebar melaui konsumsi air atau makanan yang terkontaminasi feses maupun urine yang telah terinfeksi. Pada musim hujan, bakteri ini menyebar dibawa air hujan dan menempel pada air serta makanan.

Gejala yang timbul saat terkena tifus biasanya demam, sakit kepala, otot terasa sakit, kemah, berkeringat, sakit perut hingga merasa linglung, jika segera diobati tifus akan sembuh dalam 2-5 hari.

5. Demam Berdarah
Penyakit demam berdarah seringkali muncul pada musim hujan dan merupakan salah satu ancaman penyakit saat musim hujan yang cukup serius, penyebabnya yaitu virus dengue yang menyebar melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Pada musim hujan perkembangan nyamuk ini cukup pesat karena banyaknya air yang tergenang, seperti selokan, waduk bahkan bak kamar mandi.

6. Kutu Air
Penyakit kutu air juga termasuk penyakit yang perlu diwaspadai saat musim hujan, penyakit ini terjadi akibat infeksi kulit yang disebakan jamur trichophyton, microsporum, dan epidermophyton. Kaki yang terkena air hujan dan tidak dicuci sangat rentan terkena kutu air, biasanya menyerang pada sela-sela jari kaki.

Pada umumnya gejala kutu air berupa rasa gatal disertai melepuh pada pada jari-jari serta telapak kaki, kuku menjadi tebal dan berubah warna.

7. Leptospirosis
Penyakit leptospirosis diakibatkan bakteri leptospira yang menyebar melalui urine hewan yang terinfeksi virus ini, beberapa hewan yang dapat membawa bakteri leptospira ini seperti tikus, anjing, sapi dan babi.

Air hujan sangat rentan membawa urine hewan yang telah terkontaminasi bakteri leptospira dan menginfeksi manusia. Gejala penyakit leptospirosis umumnya muntah, mual, meriang, sakit kepala, nyeri otot, diare, demam tinggi, batuk dan kehilangan nafsu makan.

Untuk menghindari berbagai ancaman penyakit saat musim hujan, sebaiknya selalu menjaga kebersihan tubuh dan lingkungan, pola hidup sehat serta olahraga teratur juga perlu dilakukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satu yang sering disepelekan yaitu cuci tangan, padahal bakteri sangat mudah menempel pada tangan dan menginfeksi tubuh.
Baca Juga:  Cuci Tangan Pakai Sabun agar Bebas dari Kuman

Baca Juga :

kabarklinik.com ini dibuat atas ketertarikan dan minat kami pada bidang kesehatan dan sebagai wujud kepedulian kami bagi kesehatan masyarakat Indonesia
Jika ada pertanyaan maupun saran yang terkait dengan tema artikel silahkan kirim komentar dibawah atau bisa melalui menu Kontak

Follow sosial media kabarklinik berikut


EmoticonEmoticon